Eyang Meri Istri Jenderal Hoegeng Tutup Usia, Kapolri: Beliau Pelita Teladan bagi Kami

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 03 Februari 2026 | 18:16 WIB
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. (Foto/Humas Polri)
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. (Foto/Humas Polri)

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di usia 100 tahun.

“Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso,” kata Sigit dalam keteranganya, Selasa (3/2/2026).

Sigit mengenang sosok Eyang Meri adalah pelita keteladanan bagi seluruh Anggota Korps Bhayangkara. Perannya sebagai istri Jenderal Hoegeng telah menjadi inspirasi dalam menjaga marwah institusi Polri.

“Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” imbuhnya.

Sigit berdoa agar amal ibadah yang telah diberikan Eyang Meri semasa hidupnya bisa membawanya mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT.

“Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan. Kami yang berduka, Keluarga Besar Polri,” tuturnya.

Diketahui, Eyang Meri tutup usia setelah menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati. Saat ini, jenazah telah dibawa ke rumah duka di Pesona Khayangan Estate DG-DH 1 RT 3, RW 28, Mekarjaya, Depok.

Sementara itu, untuk proses pemakaman, jenazah almarhumah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di wilayah Giri Tama Tonjong, Bogor, Rabu (4/2/2026).

Profil Eyang Meri 

Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925 dan menikah dengan Jenderal Hoegeng pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta. 

Dari pernikahan keduanya, dikaruniai tiga orang anak yakni Sri Pamujining Rahayu, Reni Soerjanti dan Aditya Soegeng Roeslani.

Sosok Eyang Meri dikenal sebagai wanita yang memiliki suri tauladan para insan Bhayangkara di Indonesia. Bahkan, banyak tokoh yang selalu menghormati dirinya menjelang hari Bhayangkara setiap 1 Juli.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: