Tantang Dominasi Nvidia, Intel Resmi Masuk Pasar Produksi GPU

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 04 Februari 2026 | 23:35 WIB
Intel. (Foto/hp.com)
Intel. (Foto/hp.com)

BeritaNasional.com - Intel tampaknya benar-benar serius membalikkan keadaan di industri semikonduktor. Dalam langkah strategis terbaru, sang raksasa teknologi ini mengumumkan segera mulai memproduksi unit pemrosesan grafis (GPU), jenis chip yang selama ini menjadi produksi utama bagi Nvidia.

Dilansir dari TechCrunch pada Rabu (4/2/2026), pengumuman besar ini disampaikan langsung oleh CEO Intel Lip-Bu Tan dalam ajang Cisco AI Summit.

Selama berpuluh-puluh tahun, Intel dikenal sebagai pemain dominan di pasar unit pemrosesan pusat (CPU). 

Namun, tren dunia kini bergeser. GPU yang semula lebih banyak digunakan untuk kebutuhan gaming, kini menjadi komponen paling krusial dalam melatih model kecerdasan buatan (AI) yang kompleks.

Langkah ini menandai pergeseran arah perusahaan. Meski saat menjabat Maret lalu Tan sempat menyatakan akan fokus pada bisnis inti, ekspansi ke dunia GPU dinilai sebagai keharusan agar Intel tetap relevan di tengah ledakan teknologi AI.

Intel tidak main-main dalam menyiapkan ambisi ini. Untuk memuluskan proyek tersebut, perusahaan telah merekrut sejumlah pakar teknik kelas berat sejak awal tahun.

Kevork Kechichian, Wakil Presiden Eksekutif dan Manajer Umum Pusat Data Intel, akan memimpin pengawasan proyek ini.

Eric Demers, mantan petinggi teknik Qualcomm selama 13 tahun yang baru saja bergabung pada Januari lalu untuk memperkuat barisan teknik Intel.

Meskipun Nvidia saat ini memegang kendali pasar GPU yang sangat dominan berkat kecanggihan sistem AI mereka, Intel memilih pendekatan yang lebih fleksibel. 

Lip-Bu Tan menyatakan inisiatif ini masih dalam tahap awal. Intel berencana menyusun strategi produksi berdasarkan permintaan dan kebutuhan spesifik dari para pelanggan mereka di masa depan.

Masuknya Intel ke pasar GPU diharapkan dapat memberikan persaingan sehat di industri, mengingat tingginya permintaan chip AI global yang selama ini sering mengalami kendala pasokan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: