Anak Buahnya Kena OTT KPK, Purbaya: Saya Tak Akan Datang ke Presiden Minta Hentikan Kasus
BeritaNasional.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin tidak akan intervensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin dan kantor Bea Cukai Jakarta.
Purbaya mengatakan OTT ini menjadi shock therapy bagi anak buahnya. Ia menjamin Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan bantuan hukum.
"Ini mungkin shock therapy bagi pegawai kami. Begini, saya akan mendampingi mereka terus secara hukum," katanya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Purbaya mengaku tidak akan meminta ke Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan kasus yang diduga melibatkan anak buahnya di kantor pajak dan bea cukai.
"Tapi, tidak akan intervensi hukum dalam pengertian, saya misalnya datang ke presiden minta KPK untuk hentikan kasus atau kejaksaan untuk hentikan kasus seperti di masa lalu," katanya.
Purbaya menjamin akan menghormati proses hukum yang adil. Ia tidak masalah jika anak buahnya dinyatakan bersalah.
"Jadi, saya akan bantu, tapi saya akan biarkan proses hukum berjalan seadil-adilnya. Kalau salah, ya bersalah. Tapi, kalau enggak, ya jangan di-abuse gitu kira-kira. Tapi, kita enggak akan intervensi hukum," tegasnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tengah melakukan dua operasi tangkap tangan (OTT) hari ini, Rabu (4/2/2026).
Menurut Wakil Ketua KPK fitroh Rohcahyanto, dua lokasi OTT tersebut adalah KPP Banjarmasin dan kantor Bea Cukai Kementerian Keuangan Jakarta.
"Jadi, hari ini, ada dua OTT, satu di KPP Banjarmasin, kedua Bea Cukai Jakarta," ujar Fitroh kepada wartawan via WhatsApp.
Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo juga mengonfirmasi OTT di Kalimantan Selatan. Menurut dia, pihak yang diamankan sudah diterbangkan ke Jakarta.
"Benar, ada kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kalimantan Selatan. Tim masih di lapangan. Nanti kami update kembali ya," ujar Budi.
Di sisi lain, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Budi Prasetyo membenarkan soal adanya OTT tersebut. Menurut dia, ada pejabat bea cukai yang diperiksa tim penyidik KPK.
"Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh Tim KPK terhadap pejabat BC (Bea Cukai)," ujar Budi.
Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen kooperatif dalam kegiatan yang sedang dilaksanakan lembaga antirasuah terhadap pejabatnya.
"BC berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung. Kami masih mengikuti perkembangan lebih lanjut," katanya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





