Dave Laksono: Iuran BOP Bukan Kewajiban, Posisi Indonesia Tetap Aman
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai langkah Indonesia belum membayar iuran keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sudah jelas dan tepat. Meski belum membayar, posisi Indonesia tetap aman secara hukum dan kelembagaan karena bukan kewajiban.
"Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, saya memandang penjelasan yang disampaikan pemerintah sudah sangat jelas dan tepat. Ditegaskan bahwa iuran Board of Peace bukanlah kewajiban, sehingga posisi Indonesia tetap aman secara hukum maupun kelembagaan meskipun belum melakukan pembayaran," kata Dave dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Dengan Indonesia belum membayar iuran sukarela, menjadi simbol komitmen memperkuat diplomasi di mata dunia.
"Namun demikian, kita juga perlu melihat aspek yang lebih luas. Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian dunia, baik melalui diplomasi maupun kontribusi nyata di berbagai forum internasional. Dengan reputasi tersebut, partisipasi kita, termasuk dalam bentuk iuran sukarela, dapat menjadi simbol komitmen moral sekaligus memperkuat posisi diplomasi Indonesia di mata dunia," kata Dave.
Meski tidak ada kewajiban membayar, kontribusi sukarela bisa dipertimbangkan sebagai bentuk dukungan terhadap nilai perdamaian yang sejalan dengan politik luar negeri. Namun, perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan prioritas nasional.
"Komisi I DPR RI mendukung penuh langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan komitmen internasional. Sikap ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap konsisten sebagai bangsa yang aktif, konstruktif, dan berkomitmen dalam mendukung perdamaian dunia, sekaligus memastikan setiap kebijakan dijalankan dengan kehati-hatian dan tanggung jawab," pungkas Dave.

PERISTIWA | 18 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






