Eddy Soeparno: Kasus Siswa SD di NTT Alarm Kegagalan Perhatian Pemda

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 06 Februari 2026 | 07:04 WIB
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (BeritaNasional/Ahda)
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai, pemerintah daerah seharusnya memberikan perhatian khusus bagi warganya yang masih dalam kondisi kesulitan. Hal itu menanggapi peristiwa siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tidak bisa membeli buku dan alat tulis.

"Jadi kalau sampai ada kejadian seperti ini artinya kepala-kepala daerah, kemudian lurah, camat, dan lain-lain itu harus memberikan perhatian yang lebih khusus lagi kepada masyarakat. Ini ada sebuah alarm yang sudah genting dan tidak boleh terulang lagi," ujar Eddy, dikutip Jumat (6/2/2026).

Waketum PAN ini mengimbau seluruh pimpinan daerah yang bisa mengetahui kondisi masyarakatnya.

"Karena itu kita mengimbau agar apa namanya sekarang seluruh jaringan pimpinan daerah-daerah harus mengetahui kondisi masyarakatnya," ujarnya.

Menurut Eddy, kepala daerah sebagai perwakilan pemerintah harus bisa memberikan kontribusi untuk menyelesaikan ini.

"Jadi kepala daerah harus ikut memberikan kontribusi untuk penyelesaian permasalah ini. Rasanya tidak pas kalau memang kita membebankan kepada mereka-mereka yang tidak mampu untuk bisa menyekolahkan anaknya, karena itu kan kebutuhan dasar. Sekolah, kesehatan, semua itu kan kebutuhan dasar," jelasnya.

Eddy juga meminta data terpadu milik Kemensos menjadi acuan kondisi masyarakat yang tidak mampu. Pemberian bantuan sosial dan juga bantuan langsung tunai, sampai subsidi harus bisa disalurkan tepat sasaran.

"Nah oleh karena itu kita harus mencegah di mana penerima yang mereka berhak untuk menerima bantuan itu betul-betul mendapatkan bantuannya," kata Eddy.

"Jangan sampai nanti ada yang menerima bantuan tetangganya yang juga berhak, tapi tidak menerima. Justru yang mereka punya kemampuan adalah bagian dari penerima. Jadi hal seperti ini harus kita cegah di bawah jangan sampai terjadi dengan adanya data terpadu secara manusia," jelasnya.

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: