Pilot dan Kopilot Smart Air Ditembak KKB, Ikatan Pilot Minta Jaminan Keselamatan di Papua

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:39 WIB
Insiden penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan. (Foto/X)
Insiden penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan. (Foto/X)

BeritaNasional.com - Merespons insiden penembakan pilot dan kopilot pesawat Smart Air oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026), Ikatan Pilot Indonesia (IPI) meminta agar pemerintah dan Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) bisa menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan di seluruh kawasan Papua.

"Karena itu maka kita mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri, masyarakat adat Papua, untuk bisa menjaga keselamatan pilot yang sudah melakukan pelayanan kepada masyarakat," kata Dewan Kehormatan Penerbang IPI Capt. Rama Noya di Tangerang, Kamis (12/2/2026). 

Rama menyampaikan, pihaknya dalam hal ini sudah sering mendorong agar keamanan penerbangan khususnya di wilayah Papua untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh oleh semua elemen dan lembaga terkait di Indonesia. Bahkan, IPI juga sudah melakukan berbagai kajian terhadap keamanan penerbangan khususnya di daerah dengan risiko keamanan yang tinggi, seperti melalui seminar keamanan penerbangan di Jayapura tahun 2022 yang menghasilkan rekomendasi implementasi keamanan penerbangan di Papua.

"Kami juga meminta agar ada penanganan yang lebih serius karena kejadian pembunuhan terhadap pilot ini sangat fatal dan kita tidak ingin ini terjadi lagi," ujarnya. 

Menurutnya, moda transportasi khususnya transportasi udara menjadi sektor strategis nasional, di mana, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kesatuan dari berbagai pulau membutuhkan moda transportasi udara untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun memenuhi kebutuhan pangan, medis dan roda ekonomi sampai ke penjuru negeri.

Rama berpandangan, profesi pilot sebagai pengemban tugas tersebut wajib dilindungi oleh negara dalam melakukan setiap tugasnya. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar pemerintah bisa menjamin seluruh keamanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.

"Kita pilot sipil di sini memberikan pelayanan. Karenanya kita minta bisa dijaga keamanannya dan rekomendasi dari kami juga sudah ada yang dipenuhi oleh pemerintah. Tetapi, masih ada kekurangan," tegas dia.

Sebelumnya, Pilot Kapten Enggon dengan Kopilot Kapten Baskoro pesawat Smart Air tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan. Insiden penembakan pilot dan kopilot yang membawa 13 penumpang tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIT pada Rabu (11/2/2026).

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: