Insiden Smart Air Jadi Alarm, DPR Soroti Keamanan Bandara di Wilayah 3T
BeritaNasional.com - Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mendorong pemerintah meningkatkan keamanan bandara perintis di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Hal itu disampaikan menanggapi penembakan terhadap dua pilot maskapai PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) oleh kelompok bersenjata di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (11/2/2026).
Danang mengingatkan, konektivitas udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah terluar. Keselamatan pilot dan kru penerbangan menjadi harga mati yang harus dijamin negara.
"Kami meminta pemerintah menjamin keamanan bandara perintis agar distribusi logistik dan pergerakan manusia di daerah 3T tidak terhenti akibat teror," ujar Danang Wicaksana dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Kapoksi Komisi V DPR RI dari Partai Gerindra ini mendorong respon cepat untuk pemulihan situasi keamanan pasca-insiden. Ancaman keamanan yang berlarut berpotensi membuat maskapai takut beroperasi.
Dampaknya, masyarakat di daerah pedalaman bisa semakin terisolasi, sementara harga kebutuhan pokok melonjak akibat terganggunya pasokan.
"Karena itu, kami meminta penempatan personel keamanan yang memadai di objek vital transportasi udara perintis," ujar Danang.
“Kami berkomitmen memperjuangkan perlindungan bagi para pahlawan transportasi yang bertaruh nyawa demi merajut konektivitas Nusantara," tandasnya.
Diberitakan, insiden penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Boven Digoel, Papua Selatan yang menewaskan pilot dan kopilotnya menjadi perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia pun telah memerintahkan anak buahnya untuk mengejar pelaku penembakan pesawat itu.
“Kami tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” katanya saat ditemui di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Sigit juga meminta jajaran untuk menuntaskan kasus penembakan ini agar masyarakat setempat bisa merasa tenang.
“Kami minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah agar jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” ujarnya. 
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu





