Kesepakatan Dagang RI-AS, Bahlil: Sektor ESDM Akan Belanjakan 15 Miliar Dolar AS ke Amerika

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:07 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Washington DC, AS, Jumat (20/2/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Washington DC, AS, Jumat (20/2/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Dalam rangka mengimplementasikan kesepakatan dagang antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sektor energi akan melakukan pembelian energi dari AS senilai sekitar 15 miliar dolar AS. 

"Kita dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar dolar AS. Dari 15 miliar dolar AS ini terdiri dari membeli BBM jadi, kemudian LPG, dan crude," kata Menteri ESDM Bahlil dalam keterangannya kepada awak media di Washington D.C., yang dikutip Sabtu (21/2/2026).

Bahlil menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan energi dan keseimbangan neraca perdagangan, tanpa menambah ketergantungan impor, melalui optimalisasi dan penataan ulang sumber pasokan dari berbagai negara mitra.

"Kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara, di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama, cuma kemudian kita geser," jelasnya.

Menurut Bahlil, mekanisme pembelian tetap mempertimbangkan prinsip keekonomian yang saling menguntungkan bagi kedua negara maupun badan usaha yang terlibat.

"Dalam praktiknya nanti, pembelian ini sudah tentu akan memperhatikan mekanisme-mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan, baik menguntungkan kepada pihak Amerika Serikat dan badan usahanya, maupun dari pihak Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, pemerintah melalui Pertamina telah merintis kerja sama dengan sejumlah mitra strategis dari AS, serta menandatangani nota kesepahaman untuk pengembangan teknologi pemulihan lapangan minyak.

“Kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tapi lebih dari itu, dari transfer teknologi, dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan tentunya dengan best global practices dalam industri minyak dan gas yang bisa mendorong agar kita makin meningkatkan produksi,” jelasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: