Ambang Batas Parlemen Diusulkan Naik, Ini Respon Pimpinan MPR

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 23 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di istana Jakarta. (Beritanasional/Setpres)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di istana Jakarta. (Beritanasional/Setpres)

BeritaNasional.com -  Ketua MPR sekaligus politisi senior Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan usulan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 7% terlalu tinggi bagi partai-partai politik.

"Saya kira kalau 7% ya, memang terlalu tinggi dan itu tidak ringan bagi partai politik untuk mencapai itu," ujarnya di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Namun menurutnya ambang batas parlemen masih tetap dibutuhkan sebagai syarat. Sebab penentuan ambang batas parlemen ke depannya tergantung dengan kebutuhan.

"Saya kira nanti menjadi kesepakatan teman-teman di DPR berapa parliamentary threshold yang sekarang ini 4 persen akan dinaikkan berapa atau berapa persen, tetapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi," jelasnya.

Sebelumnya, Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengusulkan ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 7%. Pernyataan itu kerap disampaikan oleh partai yang bermarkas di Gongdangdia Jakarta Pusat tersebut.

Surya menyatakan NasDem selalu mengusulkan agar angka itu naik menjadi 7% untuk dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang Pemilu. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: