Perang Lawan Online Scam, Kamboja Deportasi 30 Ribu Warga Negara Asing
BeritaNasional.com - Pemerintah Kamboja menunjukkan keseriusannya dalam memberantas praktik penipuan daring (online scam) yang menjamur di wilayahnya.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 ribu warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat jaringan penipuan telah dideportasi kembali ke negara asal mereka.
Selain tindakan tegas berupa deportasi, tekanan dari operasi besar-besaran yang digelar sejak Juni tahun lalu juga memicu eksodus massal para pekerja ilegal.
Menteri Dalam Negeri Kamboja Sar Sokha mengungkapkan lebih dari 210 ribu warga asing lainnya memilih meninggalkan Kamboja secara sukarela setelah ruang gerak mereka dipersempit.
Komitmen Memberantas Pusat Penipuan
Dalam acara Antiperdagangan Manusia yang digelar di Phnom Penh, Rabu (25/2/2026), Sar Sokha yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri menegaskan pemerintah tidak akan mengendurkan pengawasan.
"Saya ingin menyerukan kepada pihak berwenang di semua tingkatan untuk tidak melonggarkan tindakan keras kita guna mencapai target pemerintah untuk memberantas semua pusat penipuan daring di Kamboja," tegas Sokha.
Operasi nasional berskala besar ini merupakan langkah belum pernah terjadi sebelumnya di negara Asia Tenggara tersebut.
Langkah ini diambil bukan hanya demi menjaga keamanan dan ketertiban umum, tetapi juga sebagai upaya serius memulihkan reputasi Kamboja di mata dunia yang sempat tercoreng akibat maraknya sindikat penipuan siber.
Pemerintah Kamboja pun telah mematok target waktu yang ambisius. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Touch Sokhak, menyatakan bahwa seluruh jaringan penipuan daring di wilayah kerajaan tersebut harus dihapuskan sepenuhnya pada April 2026.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
POLITIK | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






