Kasus ABK Sea Dragon, Orang Tua Fandi Mohon Keadilan ke DPR
BeritaNasional.com - Orang tua Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) Sea Dragon yang dituntut hukuman mati dihadirkan dalam rapat dengar pendapat umum Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Orang tua Fandi meminta keadilan untuk anaknya.
Nirwana, ibu dari Fandi, mengungkap bahwa anaknya melamar kerja menjadi awak kapal kargo di Thailand. Putranya sempat disuruh menunggu berhari-hari dari jadwal sebelumnya. Belakangan, kapten kapal menyampaikan akan membawa kapal tanker bermuatan minyak.
Beberapa hari kemudian, Nirwana kaget anaknya tertangkap karena kapal tersebut menyelundupkan narkotika.
"Kira-kira ada entah tiga hari, saya dengar anak saya tertangkap membawa narkoba. Makanya kami sebagai orang tua, kami terkejut, Pak. Kok bisa dia bawa narkoba? Kapalnya kok bisa jadi kapal tanker? Dijanjikan di kapal, dijanjikan kapalnya kapal kargo. Di kontrak kerjanya pun kapal kargo," ujarnya saat RDPU di Komisi III DPR RI.
Nirwana meminta keadilan atas kasus putranya. Karena anaknya terseret dan tidak tahu menahu bahwa kapal tersebut akan membawa narkotika.
"Jadi saya selaku orang tua, saya mohon keadilan sama Bapak, membantu saya untuk menyelesaikan masalah anak saya ini, Pak. Saya mohon, Pak. Karena saya tanya anak saya, dia tidak mengetahui barang itu, Pak. Saya tanya, 'Jadi taunya dari mana?' Setelah penangkapan barulah tahu, 'Saya itu bawanya, itu narkoba.'" ujarnya.
Fandi, kata Nirwana, sempat ragu ketika diminta memasukan barang ke kapal. Fandi bertanya kepada kapten kapal, namun tidak disebutkan isinya narkotika.
"Sudah itu, paginya nggak enak dia, didatanginya kaptennya ke atas. Ditanyanya, 'capt, itu barang apa? Ayo kita periksa, mana tahu itu entah bom.' 'Nggak, Ndi.' Katanya itu uang sama emas," ujarnya.
"Jadi disambung anak saya lagi, 'Kalau itu uang sama emas, capt, kenapa dimasukkan di ruang palka?' Saya tak tahu ruang palka itu apa, Pak. 'Kenapa dimasukkan di situ?' 'Nggak apa-apa, Ndi, biar aman,' katanya. Begitu anak saya bilang," sambungnya.
Selain itu, Fandi juga curiga ketika diminta untuk mencopot bendera kapal oleh kapten. Pernyataan Fandi tersebut pun sudah diutarakan dalam persidangan. Sementara itu, ayah dari Fandi, Suleman juga meminta kepada DPR agar putranya mendapatkan keadilan.
"Saya selaku orang tua dari terdakwa Fandi Ramadhan. Saya bermohon kepada pimpinan Komisi III DPR RI agar anak saya diberi keadilan, Pak. Saya bermohon kepada Bapak, gimana-nya saya memohon kepada siapa-siapa lagi saya memohon ini, Pak." ujarnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







