Situasi Memanas, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei & Masoud Pezeshkian Jadi Target Utama Serangan Israel

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi serangan Israel terhadap Iran di Teheran. (Foto/YouTube ABC)
Ilustrasi serangan Israel terhadap Iran di Teheran. (Foto/YouTube ABC)

BeritaNasional.com - Israel bersama Amerika Serikat (AS) membombardir wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Serangan ini diklaim bertujuan untuk melenyapkan ancaman langsung yang mengintai wilayah Israel.

Kementerian Pertahanan Israel mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa seluruh jajaran pemimpin tinggi Iran kini masuk dalam daftar target operasi militer mereka, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.

Menanggapi laporan mengenai penargetan tokoh-tokoh kunci, kantor berita Iran Mehr segera merilis kabar mengenai kondisi Presiden Iran Masoud Pezeshkian. 

Berdasarkan laporan tersebut, Pezeshkian dinyatakan dalam kondisi sehat sepenuhnya dan berada di lokasi yang aman.

Di pihak lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah mengumumkan status keadaan darurat khusus yang berlaku segera di seluruh wilayah Israel. 

Langkah ini diambil sebagai antisipasi serangan balasan yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu singkat.

Menyusul dimulainya operasi militer, otoritas Israel menerapkan protokol keamanan ketat:

Larangan Aktivitas: Angkatan Pertahanan Israel (IDF) secara resmi melarang kegiatan pendidikan, pertemuan publik, dan aktivitas perkantoran, kecuali untuk layanan esensial.

Lumpuhnya Bandara: Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv telah menghentikan seluruh aktivitas lepas landas dan pendaratan. Calon penumpang diminta untuk menjauh dari area bandara.

Sistem Peringatan: Sirene peringatan dini telah dibunyikan di berbagai penjuru Israel guna memperingatkan warga sipil untuk bersiap menghadapi potensi hujan rudal dan pesawat tak berawak (drone) dari pihak Iran.

Kondisi Terkini di Teheran

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa eskalasi ini telah berdampak langsung pada komunikasi di wilayah konflik. 

Layanan telepon seluler dilaporkan telah diputus di beberapa titik strategis di Teheran, Iran. Hal ini diduga merupakan langkah taktis di tengah ancaman serangan yang terus berlanjut.

Pihak Israel memperingatkan bahwa penduduk sipil di kedua wilayah kemungkinan besar akan terdampak oleh serangan rudal yang diperkirakan terjadi dalam beberapa jam ke depan.

AS Umumkan Operasi Militer di Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa militer AS telah meluncurkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman keamanan yang dianggap membahayakan rakyat Amerika.

Dalam sebuah pesan video yang diunggah melalui media sosial, Trump menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran secara permanen.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ia menuduh Teheran tengah berupaya membangun kembali program nuklirnya, sehingga militer AS melakukan serangan yang ia sebut sebagai operasi "besar-besaran dan berkelanjutan.

"Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan seluruh industri rudal Iran hingga rata dengan tanah," tegas Trump dalam pernyataannya. 

Selain menargetkan sistem pertahanan udara dan darat, Trump juga menebar ancaman akan menghancurkan seluruh kekuatan angkatan laut Iran.

Ketegangan ini meledak tak lama setelah Israel mengumumkan telah melancarkan serangan pendahuluan (preemptive strike) terhadap Iran di hari yang sama. 

Serangkaian serangan ini secara otomatis menyeret wilayah Timur Tengah ke dalam konfrontasi militer terbuka yang baru dan sangat berbahaya.

Teheran Siapkan Pembalasan Menghancurkan

Di sisi lain, pihak Iran tidak tinggal diam. Seorang pejabat pemerintah Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa saat ini Teheran tengah mempersiapkan langkah pembalasan.

Menurut sumber tersebut, tanggapan yang akan diberikan Iran atas serangan AS dan Israel diprediksi akan sangat menghancurkan.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: