Mana yang Lebih Tepat Mengukur Tensi Darah di Tangan Kanan atau Kiri? Ini Jawabnya
BeritaNasional.com - Mengukur tekanan darah atau tensi darah sangat penting untuk bisa mengatahui kondisi kesehatan tubuh kita. Setiap orang pasti memilliki ukuran tensi darah yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Tapi apakah berbeda informasi yang diterima dari dua tangan saat dilakukan pengukuran tekanan darah? Dari pada bingung mari simak ulasan singkatnya berikut ini.
Mengutip laman Halodoc, mengukur tekanan darah sebaiknya dilakukan di kedua lengan setidaknya sekali. Perbedaan tekanan darah sistolik (angka atas) atau diastolik (angka bawah) hingga 5-10 mmHg antara kedua lengan dianggap normal. Namun, perbedaan yang konsisten lebih dari 10 mmHg bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis. Jika ada perbedaan signifikan, selalu gunakan angka yang lebih tinggi sebagai acuan atau konsultasikan dengan dokter. Posisi pengukuran yang benar juga krusial untuk akurasi.
Pentingnya Mengukur Tensi di Kedua Tangan
Meskipun seringkali seseorang terbiasa mengukur tekanan darah hanya di satu lengan, disarankan untuk melakukan pengukuran di kedua lengan setidaknya sekali. Langkah ini bertujuan untuk membandingkan hasilnya. Perbedaan yang kecil antar kedua lengan adalah hal yang wajar dan seringkali tidak perlu dikhawatirkan.
Perbedaan tersebut dapat terjadi karena variasi alami dalam anatomi pembuluh darah di setiap lengan. Lengan mana pun dapat digunakan untuk pengukuran rutin, asalkan posisinya benar. Setelah pengukuran awal di kedua lengan, seseorang bisa menggunakan lengan dengan hasil tekanan darah yang secara konsisten lebih tinggi untuk pengukuran selanjutnya.
Tangan Kiri atau Kanan: Mana yang Sebaiknya Digunakan?
Secara umum, lengan mana pun bisa digunakan untuk mengukur tekanan darah. Namun, banyak ahli menyarankan penggunaan lengan kiri. Alasan utamanya adalah posisi lengan kiri yang lebih dekat dengan jantung. Hal ini dapat memberikan gambaran kondisi jantung yang lebih relevan, sebagaimana dijelaskan oleh Alodokter.
Meski demikian, lengan kanan juga bisa digunakan secara efektif. Faktor terpenting adalah memastikan posisi lengan benar dan rileks saat pengukuran. Konsistensi dalam penggunaan lengan yang sama untuk pengukuran berkala juga penting, terutama jika salah satu lengan secara konsisten menunjukkan hasil yang lebih tinggi.
Perbedaan Hasil Tensi yang Wajar dan Tidak Wajar
Perbedaan tekanan darah antara lengan kanan dan kiri dapat bervariasi dan memiliki implikasi kesehatan yang berbeda.
Perbedaan yang Wajar:
Perbedaan sistolik (angka atas) atau diastolik (angka bawah) sekitar 5-10 mmHg antara kedua lengan umumnya dianggap normal. Hal ini wajar terjadi akibat perbedaan posisi pembuluh darah. Menurut Apotek K-24, perbedaan kecil ini seringkali tidak mengindikasikan masalah serius.
Perbedaan yang Perlu Perhatian:
\Seseorang perlu lebih waspada jika secara konsisten terdapat perbedaan lebih dari 10 mmHg antara kedua lengan. Perbedaan signifikan ini bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu. Harvard Health dan Alodokter menjelaskan bahwa kondisi seperti penumpukan plak (aterosklerosis) di pembuluh darah atau penyakit pembuluh darah aorta bisa menjadi penyebabnya. Dalam kasus seperti ini, sangat disarankan untuk mencatat angka yang lebih tinggi dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Panduan Mengukur Tensi Secara Akurat
Akurasi hasil pengukuran tekanan darah sangat dipengaruhi oleh teknik yang benar. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memastikan pengukuran yang akurat:
Posisi Duduk
Duduklah dengan rileks di kursi yang nyaman. Pastikan punggung bersandar sepenuhnya pada sandaran kursi dan kedua kaki menapak rata di lantai. Hindari menyilangkan kaki.
Posisi Lengan:
Letakkan lengan yang akan diukur di atas meja atau permukaan datar. Pastikan lengan berada sejajar dengan posisi jantung. Manset alat pengukur tekanan darah harus diletakkan sekitar 1-2 cm di atas siku.
Manset yang Tepat: Gunakan ukuran manset yang sesuai dengan lingkar lengan. Manset yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat memberikan hasil yang tidak akurat.
Relaksasi:
Hindari berbicara atau bergerak selama proses pengukuran. Bernapaslah dengan normal dan usahakan tetap tenang. Disarankan untuk beristirahat setidaknya 5 menit sebelum memulai pengukuran.
Pengulangan:
Lakukan pengukuran dua hingga tiga kali dengan jeda beberapa menit di antara setiap pengukuran. Catat semua hasilnya dan gunakan rata-rata, atau ambil angka tertinggi jika ada perbedaan signifikan di antara kedua lengan.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







