OTT KPK Jerat Bupati Pekalongan, Golkar Mengaku Prihatin

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 03 Maret 2026 | 12:32 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Foto/prokompim.setda.pekalongankab).
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Foto/prokompim.setda.pekalongankab).

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat kader partai beringin, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Sarmuji mengaku prihatin dan menyesal atas peristiwa OTT tersebut.

"Kami tentu saja prihatin dan menyesal atas kejadian ini," ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Atas peristiwa ini, Sarmuji mengingatkan kepada seluruh kader yang memiliki jabatan di pemerintahan untuk menjalankan tata pemerintahan sesuai dengan koridornya.

"Sekaligus kami meminta dengan sangat kepada seluruh kader yang memegang amanat pemerintahan untuk menjalankan pemerintahan sesuai koridor tata pemerintahan yang baik," ujarnya.

Partai Golkar memilki lembaga bantuan hukum yang dapat digunakan jika diminta untuk memberikan bantuan hukum.

"Kami memiliki lembaga bantuan hukum, siapapun boleh meminta bantuan jika merasa perlu," ujar Sarmuji.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, lembaga antirasuah menyasar kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya telah mengamankan beberapa pihak dari operasi senyap itu, termasuk Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2026). 

"Salah satunya Bupati," tambah Budi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: