Konflik Timur Tengah Memanas, DPR Minta Jaminan Pasokan BBM Nasional Aman
BeritaNasional.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari mendesak pemerintah mengambil langkah tegas menyusul pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa stok energi nasional hanya bertahan sampai 20 hari.
Menurutnya, pernyataan Bahlil menjadi alarm peringatan masalah cadangan BBM nasional akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Apalagi, masyarakat akan menghadapi Hari Raya Lebaran yang selalu konsumsi BBM meningkat akibat mobilisasi.
"Jangan sampai secara nasional terlihat aman, tetapi di lapangan terjadi kelangkaan karena distribusi tidak optimal. Mudik akan mendongkrak konsumsi BBM secara signifikan, pemerintah harus menjamin tidak ada kendala pasokan," ujar Ratna dikutip dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Ratna menyoroti risiko lonjakan permintaan komoditas vital seperti BMM, LPG, sampai avtur. Ia mengingatkan, tanpa antisipasi matang, ketimpangan antara stok pusat dan ketersediaan di daerah dapat memicu keresahan sosial, mulai dari antrean panjang di SPBU hingga kelangkaan gas melon.
Politikus PKB ini mengingatkan gangguan pada sektor bahan bakar akan memberikan efek domino yang merusak stabilitas ekonomi nasional.
"Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional. Momentum mudik tidak boleh terganggu hanya karena persoalan pasokan. Pemerintah harus hadir memberi kepastian dan rasa aman," ujar Ratna.
Data dari Reformasi Syndicate mempertegas urgensi peringatan tersebut. Saat ini, kebutuhan BBM nasional mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari. Angka ini berbanding terbalik dengan realitas produksi minyak mentah dalam negeri yang hanya menyentuh kisaran 500.000 hingga 600.000 barel per hari.
Defisit yang mencapai lebih dari satu juta barel per hari ini membuat posisi Indonesia sangat bergantung pada impor dan ketersediaan cadangan strategis.
Ratna pun menuntut transparansi pemerintah dalam mengelola sisa cadangan 20 hari tersebut agar tidak menjadi sekadar peringatan tanpa tindak lanjut.
"Kami membutuhkan langkah cepat, terukur, dan transparan. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi menyangkut hajat hidup orang banyak," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk 20 hari ke depan.
Hal ini diungkapkan Bahlil sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, pada Senin (2/3/2026) kemarin.
"Masih cukup, 20 hari," kata Bahlil kepada wartawan, dikutip Selasa (3/3/2026).
Meski demikian, Bahlil memastikan hal tersebut tak berpengaruh terhadap subsidi yang diberikan meskipun harga minyak dunia bergerak dinamis.
"Sampai hari ini gak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah," ujar Bahlil.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







