Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Pagi Ini, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 4 Km

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026 | 10:06 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi. (Foto/Magma Indonesia)
Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi. (Foto/Magma Indonesia)

BeritaNasional.com - Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi, setelah Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, usai dilaporkan meletus pada Rabu (4/3/2026) pagi ini.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, erupsi terjadi pukul 08.39 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut. Badan Geologi mengkonfirmasi kolom abu letusan berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara serta timur laut.

Secara instrumental, aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi sekitar 47 detik. Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Status Level II (Waspada) yang merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Kemudian, masyarakat juga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah diminta aktif menyampaikan perkembangan resmi kepada warga.

Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu, Badan Geologi mengimbau penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur dan pemangku kepentingan setempat dalam pemantauan aktivitas gunung.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: