Polri Ungkap Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 05 Maret 2026 | 17:41 WIB
Ilustrasi arus mudik lebaran (Beritanasional/Elvis)
Ilustrasi arus mudik lebaran (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi puncak arus mudik terjadi dalam dua gelombang. Pada tanggal 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara, puncak arus balik diprediksi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.

"Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirgakum) Korlantas Mabes Polri, Brigjen Pol Faizal, dalam acara Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” yang digelar KWP bersama Pemberitaan DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Fokus utama Polri saat arus mudik adalah sterilisasi kerawanan di lima karekteristik lokasi keamanan utama. 

Pertama, jalan tol dan rest area. Rest area menjadi perhatian penting, sehingga Polri telah melakukan evaluasi di sejumlah rest area jalur Jakarta-Cikampek dan Bandung.

"Kami sudah menyiapkan sistem digital yang memantau jumlah kendaraan masuk dan keluar secara real-time. Informasi ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi terkini," ujar Faizal.

Kedua, jalan arteri dan jalan nasional yang rawan kemacetan, terutama di pasar tumpah, lokasi perbelanjaan, dan persimpangan yang membutuhkan pengaturan langsung. Ketiga, pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, dan stasiun.

"Polri mengantisipasi dampak cuaca dan memastikan sistem antrean serta penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar," kata Faizal.

Ia juga mengungkap ada penambahan dermaga di Bakauheni yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan.
 
Keempat, tempat wisata dan area modifikasi kendaraan. Polri akan menempatkan pos pemeriksaan (checkpoint) di titik-titik strategis, seperti di KM 81 jalur Jakarta-Cikampek, untuk memeriksa kendaraan perempuan, kendaraan rental, serta angkutan ilegal yang beroperasi bolak-balik tanpa istirahat.

"Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika pengemudi ditemukan kelelahan, kami akan memaksa mereka untuk istirahat demi keselamatan," jelas Faizal.

Kelima, tempat ibadah yang menjadi konsentrasi massa juga akan dijaga keamanannya.
 
Dalam upaya mengurai kemacetan di Jawa, Faizal mengumumkan kesiapan 10 jalan tol fungsional. Dua di antaranya yang dinilai sangat membantu adalah Tol Jabar Selatan (Cipeuyeum-Cisokan) yang siap 100% dan akan menampung arus dari arah Bandung yang sebelumnya memadati Cikampek, serta Tol fungsional menuju Sukabumi yang akan menghindari titik kritis di Pasar Cibadak. 

"Tol-tol fungsional ini akan sangat membantu mengalirkan kendaraan dan mengurangi beban di jalur utama," pungkasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: