TKD Ditambah, Percepat Pemulihan Daerah Terdampak Bencana

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 06 Maret 2026 | 22:29 WIB
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, penambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) Rp10,6 triliun diberikan kepada daerah terdampak bencana di Sumatera untuk mempercepat pemulihan.

“Kita ingin memperkuat kemampuan keuangan daerah-daerah yang terkena bencana, tiga provinsi bencana Sumatera,” ujarnya.

Penambahan TKD merupakan realisasi dari usulan Tito kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI.

Presiden memutuskan penambahan tersebut tidak hanya diberikan kepada daerah yang terdampak bencana secara langsung tapi penambahan ini diberikan kepada seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Sumut, Sumbar dan Aceh, termasuk yang tidak terdampak.

“Beliau (Presiden) memutuskan untuk memberikan semua, baik yang terdampak atau tidak se-provinsi, karena dianggap bencana, bencana provinsi"

Saat ini kebijakan tersebut telah ditindaklanjuti melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Republik Indonesia (RI) Nomor 59 Tahun 2026. Dirinya juga telah menerbitkan surat edaran untuk mengatur teknis penggunaannya.

“Saya berusaha untuk mempermudah rekan-rekan eksekutif kepala daerah,” jelasnya di Jakarta, Jumat (6/3/2026) 

Lebih lanjut Presiden meminta agar anggaran tambahan tersebut betul-betul digunakan untuk mempercepat pemulihan bencana. Bagi daerah yang tidak terdampak bencana, anggaran ini dapat digunakan untuk mendukung program mitigasi ataupun pencegahan bencana, seperti memperbaiki jembatan atau bendungan yang dianggap rawan terdampak.

“Termasuk juga untuk penanganan tata ruang misalnya, pendidikan latihan untuk penanganan bencana. Bahkan saya juga membuat kesempatan bisa digunakan untuk penanganan inflasi,” tukasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: