Stok Rudal Patriot Ukraina Menipis, Rusia Berpotensi Manfaatkan Situasi
BeritaNasional.com - Ukraina berisiko menghadapi kekurangan rudal untuk sistem pertahanan udara di tengah meningkatnya ancaman serangan dari Rusia.
Para analis menilai situasi ini bisa dimanfaatkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Kyiv.
Sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot yang dipasok Barat sejak 2023 menjadi salah satu perlindungan utama Ukraina dari serangan rudal balistik Rusia.
Sistem ini ditempatkan di beberapa lokasi strategis, termasuk ibu kota Kyiv, untuk melindungi wilayah padat penduduk.
Menurut pengamat keamanan dari Universitas Bremen, Nikolay Mitrokhin, Patriot sejauh ini menjadi elemen pertahanan paling penting bagi kota-kota besar Ukraina, meski tidak mampu mencegat seluruh rudal Rusia.
Sistem Patriot menggunakan radar canggih untuk mendeteksi target berkecepatan tinggi dan mampu menembakkan hingga puluhan rudal per menit.
Sistem ini bahkan pernah berhasil menembak jatuh rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal yang sebelumnya diklaim Rusia hampir tidak dapat dihentikan.
Namun penggunaan sistem tersebut sangat mahal. Setiap rudal pencegat Patriot bernilai jutaan dolar, sementara kapasitas produksi global terbatas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ratusan rudal Patriot telah digunakan dalam beberapa hari terakhir untuk menghadapi serangan udara di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi pasokan bagi Ukraina dalam beberapa pekan ke depan.
Analis politik dari Kyiv, Volodymyr Fesenko, memperingatkan Rusia kemungkinan akan memanfaatkan situasi tersebut dengan melancarkan serangan besar guna menguras stok rudal pertahanan Ukraina.
Selain Patriot, Ukraina juga mulai menghadapi keterbatasan amunisi untuk jet tempur F-16 Fighting Falcon yang digunakan untuk mencegat rudal Rusia.
Jika pasokan pertahanan udara terus menurun, sejumlah pakar memperingatkan infrastruktur energi Ukraina bisa menjadi target utama serangan Rusia dalam waktu dekat.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







