Belum ada WNI Jadi Korban Perang di Iran, Pemerintah Minta Segera Koordinasi dengan KBRI

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:51 WIB
Warga Iran turun ke jalan mengekspresikan kemarahan dan duka mereka menyusul kabar wafatnya, Ali Khamenei. (Foto/X: @FarsNews_Agency
Warga Iran turun ke jalan mengekspresikan kemarahan dan duka mereka menyusul kabar wafatnya, Ali Khamenei. (Foto/X: @FarsNews_Agency

BeritaNasional.com -  Pemerintah terus memantau keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. 

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan hingga kini belum ada WNI yang menjadi korban

keganasan agresi militer oleh Amerika Serikat yang didukung Israel terhadap Iran.

Dzulfikar yang ditemui di Magelang Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026) juga menerangkan berdasar data sementara dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sekitar 100-200 WNI bekerja secara ilegal di Iran.

Ia pun meminta WNI yang berada di negara tersebut untuk segera berkoordinasi dengan KBRI setempat. Hal ini untuk memudahkan proses pendataan serta pemantauan kondisi mereka di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

"Pemerintah kembali mengimbau keluarga WNI yang memiliki anggota keluarga bekerja di kawasan Timur Tengah untuk berkoordinasi dengan pemerintah agar data keberadaan WNI dapat lebih akurat," ucapnya.

Selain itu pemerintah juga meminta keluarga para pekerja migran Indonesia yang berada di Iran untuk proaktif melaporkan keberadaan anggota keluarganya kepada pemerintah agar proses pendataan dapat dilakukan secara lebih presisi.

Pemantauan terus dilakukan oleh pemerintan dan apabila eskalasi konflik meningkat, pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah terukur untuk menjamin keselamatan WNI di Iran.

Terkait potensi konflik yang juga menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, pemerintah menyatakan terus melakukan koordinasi dengan perwakilan RI di kawasan, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: