Timnas Irak Terkunci, Graham Arnold Desak FIFA Tunda Laga Playoff Piala Dunia 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Senin, 09 Maret 2026 | 19:30 WIB
Pelatih Timnas Irak Graham Arnold. (Foto/Instagram)
Pelatih Timnas Irak Graham Arnold. (Foto/Instagram)

BeritaNasional.com - Ambisi Tim Nasional (Timnas) Irak untuk mengakhiri penantian 40 tahun berlaga di Piala Dunia kini terancam buyar. 

Konflik militer yang kian memanas antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melumpuhkan persiapan skuad berjuluk Singa Mesopotamia tersebut. Ha ini memicu pelatih Graham Arnold untuk meminta intervensi darurat dari FIFA.

Irak dijadwalkan melakoni laga hidup-mati melawan pemenang duel Suriname vs Bolivia di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret 2026. 

Namun, hingga saat ini, skuad asuhan Graham Arnold itu terjebak dalam kekacauan logistik akibat penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah.

Kondisi di lapangan sangat kritis. Wilayah udara Irak baru direncanakan dibuka kembali pada 1 April, tepat sehari setelah laga krusial tersebut digelar. 

Masalahnya, hampir 60 persen kekuatan utama Irak berasal dari liga domestik dan mereka kini tak bisa terbang keluar negara.

“Tolong bantu kami dengan pertandingan ini karena saat ini kami kesulitan untuk mengeluarkan pemain kami dari Irak,” ujar Graham Arnold kepada AAP dari Uni Emirat Arab pada Senin (9/3/2026).

Mantan pelatih Socceroos ini menegaskan dirinya tidak bisa membentuk tim yang kompetitif jika hanya mengandalkan pemain yang merumput di luar negeri. 

"Ini adalah pertandingan terbesar bagi negara ini dalam 40 tahun terakhir, kami butuh tim terbaik kami tersedia," tambahnya.

Arnold menawarkan solusi logistik kepada FIFA untuk menyelamatkan impian Irak. Ia mengusulkan agar laga playoff ditunda hingga seminggu sebelum putaran final Piala Dunia dimulai di Amerika Serikat.

"Biarkan Bolivia bermain melawan Suriname bulan ini. Kemudian, seminggu sebelum Piala Dunia, kami (Irak) bermain melawan pemenangnya di AS, pemenang pertandingan itu tetap bertahan dan yang kalah langsung pulang," usul pelatih berusia 62 tahun tersebut.

Selain memberi waktu bagi Irak, penundaan ini dinilai akan memberi ruang bagi FIFA untuk melihat perkembangan status Iran. 

Jika Iran akhirnya menarik diri dari kompetisi akibat situasi perang, Irak secara otomatis bisa mendapatkan tiket langsung, yang kemudian membuka peluang bagi Uni Emirat Arab untuk memperebutkan posisi play-off tersebut.

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: