Pemerintah Siapkan Berbagai Skenario Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 11 Maret 2026 | 11:21 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat diwawancarai. (Foto/BPMI)
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat diwawancarai. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Pemerintah menyiapkan berbagai skenario penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Adapun, berbagai skenario ini disusun dengan fokus utama memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia. 

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa keselamatan jemaah harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

“Pesan presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jemaah haji. Ini yang paling penting," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

"Jadi, kita menyiapkan berbagai skenario dengan orientasi utama memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji pada bulan April,” paparnya.

Pemerintah, lanjut Dahnil, juga terus memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah untuk menentukan langkah yang akan diambil terkait keberangkatan jemaah.

“Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan hal itu menjamin keselamatan warga negara Indonesia yang berangkat haji, maka pada tanggal 22 April akan menjadi keberangkatan kloter pertama," ujar Dhanil.

Selain itu, pemerintah berkoordinasi dengan lintas kementerian guna memastikan penyelenggaraan haji dapat berjalan aman.

Dahnil menyebut sejumlah opsi telah disiapkan, mulai penentuan rute penerbangan yang lebih aman hingga kemungkinan penundaan keberangkatan apabila kondisi dinilai membahayakan keselamatan jemaah.

“Misalnya, jika situasi membahayakan keselamatan, skenario penundaan bisa saja muncul. Apabila keselamatan warga negara kita terancam, kami akan membicarakannya dengan DPR dan menyesuaikan dengan arahan presiden,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: