Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Operasi Ketupat, Pastikan Kelancaran Mudik-Balik Lebaran 2026

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 12 Maret 2026 | 17:14 WIB
Apel Operasi Ketupat 2026. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Apel Operasi Ketupat 2026. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka menjaga kelancaran selama arus mudik dan balik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel ini digelar serentak di seluruh daerah yang terpusat di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus). Tujuannya, memastikan kesiapan Operasi Ketupat yang digelar selama 13 hari yang dimulai pada Jumat (13/3/2026) besok sampai 25 Maret 2026.

“Memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan libur Lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026,” kata Sigit saat memberikan amanat pada Kamis (12/3/2026).

Dalam Operasi Ketupat 2026, telah disiapkan kekuatan 161.243 personel gabungan yang bakal disebar ke 2.746 pos di seluruh Indonesia. 

Selain itu, personel gabungan juga bertugas mengamankan 185.607 objek mulai dari masjid, wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Kemudian, kembali diingatkan kepada seluruh personel gabungan yang hadir apel bahwa hasil rakor lintas sektoral telah memprediksi puncak arus mudik dan arus balik akan terjadi dalam dua gelombang. 

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 sampai 15 Maret 2026 dan 8 sampai dengan 9 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 sampai 25 Maret 2026 dan 28 sampai dengan 29 Maret 2026,” sebut Sigit.

Selain waktu puncak arus mudik dan balik, seluruh personel diminta untuk mempersiapkan potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 yang mencapai 143,9 juta orang. Meski turun 1,75 persen atau 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, namun tetap harus diantisipasi.

“Meskipun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya. Terlebih lagi terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan keterlibatan TNI dalam Operasi Ketupat adalah wujud komitmen bersama mengamankan perayaan Idul Fitri serta arus mudik dan balik Lebaran.

“Operasi Ketupat merupakan salah satu agenda nasional, harus didukung oleh kesiapan yang matang melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, serta koordinasi yang solid antara seluruh unsur yang terlibat,” jelas Agus.

Sebagai unsur pendukung, Agus memastikan Prajurit TNI akan maksimal dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada masyarakat. Semua itu dilakukan demi menjamin kelancaran dan keselamatan para pemudik.

“Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawab, dan menjaga profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: