Tensi Global Tinggi, Ini Tips Investasi Kripto Agar Risiko Terkendali
BeritaNasional.com - Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU, menyoroti risiko besar yang dihadapi investor, terutama ketika fluktuasi pasar global menjadi semakin terasa.
“Pasar kripto saat ini termasuk high risk asset. Pergerakan kecil di makro ekonomi bisa berdampak besar. Misalnya kalau indeks teknologi seperti NASDAQ Composite bergerak 1%, di kripto bisa setara dengan 10%,” kata Andy, disela acara peluncuran Program Pintu VIP, dikutip Jumat (13/3/2026).
Untuk menghadapi situasi ini, Andy menyarankan investor menerapkan strategi investasi bertahap agar keputusan tidak emosional. Salah satu metode yang dianjurkan adalah Dollar Cost Averaging (DCA).
“Kalau punya budget misalnya Rp10 juta, jangan langsung masuk semua. Bisa mulai Rp1 juta dulu, lalu kalau harga turun tambah lagi secara bertahap. Itu yang disebut dollar cost averaging. Tapi, jangan ‘panasan’, hari ini masuk sedikit lalu besok langsung masuk besar, itu biasanya recipe for disaster,” lanjutnya.
Menurut Andy, kondisi pasar saat ini kemungkinan sudah mendekati titik bawah siklus (bottom), sehingga membeli secara bertahap menjadi strategi yang lebih aman bagi investor pemula maupun berpengalaman.
Diversifikasi Portofolio Jadi Kunci
Selain strategi pembelian bertahap, Timothius Martin, Chief Marketing Officer PINTU, menekankan pentingnya diversifikasi portofolio, terutama di tengah ketidakpastian global.
Saat ketegangan geopolitik meningkat, investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti emas atau dolar AS. Di kripto, strategi serupa bisa diterapkan melalui stablecoin seperti Tether (USDT) atau USD Coin (USDC) yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar.
“Kalau kondisi pasar sedang tidak terlalu baik, mungkin ada baiknya melikuidasi sebagian aset kripto yang berisiko tinggi dan memindahkannya ke stablecoin seperti USDT atau USDC untuk diparkir sementara sebagai cadangan,” kata Andy.
Ia juga mengingatkan prinsip dasar investasi: jangan menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset.
“Prinsipnya jangan put all eggs in one basket. Diversifikasi penting, bisa ke emas, saham global, maupun kripto dengan risiko yang berbeda,” tandas Andy.
Dengan pendekatan yang tepat mengombinasikan strategi pembelian bertahap, diversifikasi, dan pemanfaatan aset safe haven, investor dapat meminimalkan risiko sekaligus tetap memanfaatkan peluang di pasar kripto yang terus bergerak dinamis di tengah ketegangan Iran vs Amerika Serikat-Israel.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





