Pemantauan H+1 Operasi Ketupat 2026, Terjadi Lonjakan Arus Pemudik dari Tahun Lalu

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:57 WIB
Wakapolri Komjen Deddy Prasetyo memberikan keterangan kepada media. (BeritaNasional/dok Polri)
Wakapolri Komjen Deddy Prasetyo memberikan keterangan kepada media. (BeritaNasional/dok Polri)

BeritaNasional.com -  Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan telah terjadi mobilitas peningkatan arus lalu lintas mudik lebaran sampai H+1 Operasi Ketupat 2026 sejak dimulai pada Jumat (13/3/2026) kemarin.

Peningkatan tersebut disampaikan Dedi saat meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek (Japek) dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Sabtu (14/3/2026).

“Dari hasil pantauan juga secara umum bisa dikatakan cukup lancar, meskipun kelihatan peningkatan arus lalu lintas sudah terlihat,” kata Dedi kepada wartawan. 

Dari data yang tadi dilaporkan, Dedi menyampaikan terdapat evaluasi hari pertama yang mengalami peningkatan 15% dibanding pada hari yang sama, pada H+1 Operasi Ketupat tahun 2025. 

“Artinya bahwa tahun 2025 kemarin kurang lebih sudah 66.000 kendaraan yang melalui ruas jalan tol sampai menuju KM 57. Hari ini kita sudah ada di angka 75.000 dan rata-rata per jam sudah di angka 3.300 ya ini sudah terus akan kita pantau,” jelasnya.

Sementara untuk data tahun ini yang sama pada H+2 untuk laka lantas terjadi penurunan sebesar 92% dibandingkan data serupa pada tahun 2025. Dengan begitu, Dedi mengharapkan capaian ini bisa dipertahankan untuk menurunkan angka kecelakaan. 

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk betul-betul hati-hati di jalan, baik itu di jalan tol maupun di jalur arteri. Ya, karena dengan kehati-hatian ini bisa memitigasi untuk fatalitas laka lantas,” tuturnya.

Di sisi lain, Dedi juga menghimbau kepada para pemudik dapat memaksimalkan rest area untuk istirahat. Jika sudah penuh, diharapkan, memperhatikan imbauan daripada petugas yang ada di lapangan. 

“Ya, tidak ya istirahat di bahu-bahu jalan karena di bahu-bahu jalan tol ini memiliki tingkat risiko cukup tinggi. Namun demikian tadi sudah dilakukan langkah-langkah antisipasi oleh Kapolda Jabar ada tim pengurai reaksi cepat ya, gabungan dengan sektor-sektor terkait lainnya,” imbuh dia.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: