Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 3 Prajurit TNI, DPR Desak Respons Tegas PBB
BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta pemerintah Indonesia mendesak digelar Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB. Setelah tiga prajurit TNI gugur karena serangan Israel saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon. Menurut Oleh, serangan Israel itu bentuk pelanggaran hukum internasional.
"Serangan yang dilakukan Israel tersebut telah melanggar hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), khususnya Resolusi 1701. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus segera mendesak digelarnya sidang darurat DK PBB untuk membahas pelanggaran ini dan memastikan adanya pertanggungjawaban," ujar Oleh dikutip dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan menarik pasukan di Lebanon. Untuk menjamin keselamatan prajurit TNI yang masih berada di wilayah konflik.
"Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penugasan pasukan perdamaian di wilayah tersebut," jelasnya.
Oleh juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian dunia harus tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan terhadap personelnya serta memastikan setiap pelanggaran hukum internasional mendapat respons yang tegas dari komunitas global.
Seperti diberitakan, serangan pertama terhadap tentara perdamaian terjadi pada Senin (30/3/2026) pagi di sekitar wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Saat itu, markas UNIFIL tiba-tiba terkena ledakan proyektil di tengah situasi saling serang antara militer Israel dan Hizbullah.
Serangan ini menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Salah satu korban luka bahkan dilaporkan dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Belum lama setelah kejadian tersebut, insiden kedua kembali terjadi di wilayah Bani Haiyyan. Sebuah kendaraan milik UNIFIL hancur akibat ledakan. Dalam kejadian ini, dua prajurit Indonesia gugur, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







