Buffon Buka-bukaan soal Masa Depannya Bersama Gattuso di Kursi Kepelatihan Timnas Italia

Oleh: Tarmizi Hamdi
Rabu, 01 April 2026 | 13:14 WIB
Jajaran kepelatihan Timnas Italia, dari kiri Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon. (Foto/Instagram Gianluigi Buffon)
Jajaran kepelatihan Timnas Italia, dari kiri Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon. (Foto/Instagram Gianluigi Buffon)

BeritaNasional.com - Timnas Italia dipastikan gagal melenggang ke Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di babak final playoff Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Artinya, Gli Azzurri telah absen tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, yaitu 2018, 2022, dan 2026.

Masa depan kepemimpinan kursi kepelatihan Gli Azzurri kini menjadi pertanyaan.

Dilansir dari Football Italia pada Rabu, Gianluigi Buffon memberikan sinyal kuat bahwa dirinya bersama Gennaro Gattuso akan tetap mengawal timnas Italia hingga Juni 2026.

Langkah ini diambil guna memberikan ruang bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk melakukan evaluasi total dan mencari sosok pelatih permanen yang baru.

Dalam konferensi pers usai laga, Buffon mengakui bahwa saat ini adalah periode yang sangat sensitif bagi seluruh elemen tim. 

Meski Presiden FIGC, Gabriele Gravina, telah meminta mereka tetap bertahan, Buffon menegaskan komitmennya hanya hingga akhir musim olahraga ini.

"Ini adalah momen yang sulit. Kami butuh waktu untuk melakukan evaluasi yang tepat. Musim olahraga akan berakhir pada Juni. Hingga saat itu, sudah menjadi kewajiban kami untuk tetap melayani Federasi dan Presiden yang telah memberikan kepercayaan,” ungkap Buffon.

Eks pemain Juventus ini tidak menampik bahwa kegagalan menembus Piala Dunia adalah luka yang sangat dalam bagi publik Italia.

"Kegagalan ini benar-benar menyakitkan. Kami berisiko tidak bisa berpikir jernih jika terlalu emosional, jadi saya cukupkan di sini. Kami akan mengawal tim ini sampai Juni, setelah itu kita lihat bagaimana masalah ini akan diselesaikan," tambahnya.

Di sisi lain, masa depan manajemen timnas Italia juga bergantung pada dinamika di internal FIGC. 

Presiden Gabriele Gravina mengisyaratkan akan menggelar pemilihan ketua umum pada minggu depan.

Jika kursi kepemimpinan FIGC berganti, besar kemungkinan akan terjadi perombakan besar-besaran di level manajemen, termasuk posisi pelatih kepala. 

Drama Kartu Merah dan Adu Penalti

Perjalanan Italia di babak playoff sebenarnya sempat memunculkan harapan. Setelah menumbangkan Irlandia Utara 2-0 di semifinal, tim asuhan duet Buffon-Gattuso ini sempat unggul lebih dulu atas Bosnia dan Herzegovina melalui gol Moise Kean.

Namun, peta permainan berubah drastis setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh tim lawan. Haris Tabakovic berhasil menyamakan kedudukan, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu hingga adu penalti.

Dewi fortuna tampaknya belum berpihak pada Italia. Kegagalan eksekusi penalti dari Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante memastikan kemenangan bagi Bosnia, sekaligus memperpanjang napas krisis sepak bola di Negeri Menara Pisa tersebut.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: