Presiden Iran Surati Rakyat AS, Pertanyakan Perang Pemerintahan Trump dengan Teheran
BeritaNasional.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis surat terbuka kepada rakyat Amerika Serikat yang berisi pertanyaan mengenai alasan di balik perang pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Teheran.
Surat tersebut diunggah melalui akun X miliknya pada Rabu malam waktu setempat, beberapa jam sebelum Trump menyampaikan pidato nasional pertamanya terkait perang dengan Iran.
Dalam surat yang ditujukan langsung kepada masyarakat Amerika, Pezeshkian mempertanyakan apakah konflik yang dilancarkan Washington benar-benar sejalan dengan kepentingan rakyat AS.
“Kepentingan rakyat Amerika mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini?” tulis Pezeshkian.
Ia juga menyinggung slogan politik Trump dengan mempertanyakan apakah prinsip “America First” benar-benar masih menjadi prioritas pemerintah Amerika Serikat saat ini.
“Apakah ‘Amerika Pertama’ benar-benar termasuk dalam prioritas pemerintah AS saat ini?” lanjutnya.
Dalam surat itu, Pezeshkian menegaskan Iran tidak pernah memilih jalur agresi, ekspansi, kolonialisme, maupun dominasi dalam sejarah modernnya. Ia juga menyebut persepsi Iran sebagai ancaman merupakan hasil dari kepentingan politik dan ekonomi pihak-pihak tertentu.
Menurut dia, tindakan militer Teheran, termasuk serangan pesawat nirawak dan rudal yang dilancarkan setiap hari dan menghantam infrastruktur sipil serta militer di kawasan Teluk, merupakan bentuk pembelaan diri yang sah.
Pezeshkian juga berupaya membedakan antara pemerintah Amerika Serikat dan rakyatnya. Ia menyatakan Iran tidak memiliki permusuhan terhadap bangsa lain, termasuk warga Amerika, Eropa, maupun negara-negara tetangga.
“Rakyat Iran tidak menyimpan permusuhan terhadap negara lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara-negara tetangga,” ujarnya.
Ia menambahkan sikap tersebut merupakan prinsip yang telah mengakar dalam budaya dan kesadaran kolektif masyarakat Iran, bukan sekadar sikap politik sesaat.
Meski demikian, belum diketahui apakah elemen lain dalam kepemimpinan Iran turut terlibat dalam penyusunan surat terbuka tersebut. Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan belum terlihat atau menyampaikan pernyataan publik sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran lebih dari sebulan lalu.
Beberapa jam setelah surat itu dipublikasikan, Trump dalam pidato nasionalnya menyebut kepemimpinan Iran sebagai “rezim paling kejam dan brutal di Bumi”. Ia menegaskan Iran akan menjadi ancaman yang tidak dapat ditoleransi apabila berhasil memiliki senjata nuklir.
Trump juga menyatakan perang melawan Iran “hampir selesai”, dengan mengklaim sebagian besar kemampuan militer Teheran telah dihancurkan.
Sementara itu, dalam penutup suratnya, Pezeshkian memperingatkan bahwa dunia saat ini berada di persimpangan jalan. Ia menilai melanjutkan konfrontasi hanya akan membawa biaya yang lebih besar dan sia-sia.
“Melanjutkan jalan konfrontasi lebih mahal dan sia-sia daripada sebelumnya,” kata Pezeshkian.
Sumber: CNN.com
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
POLITIK | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




