Komisi I DPR Sebut Serangan Israel ke Beirut Rusak Upaya Perdamaian
BeritaNasional.com - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengecam serangan Israel ke Beirut Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Serangan tersebut dinilai merusak upaya perdamaian yang sedang dibangun dengan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
"Serangan ini jelas mencederai upaya perdamaian yang sedang dibangun. Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika menjadi tidak berarti ketika aksi militer seperti ini terus dilakukan," ujar Syamsu Rizal kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Menurut Syamsu Rizal, tidak hanya gencatan senjata yang dirusak, tetapi juga komitmen hubungan antar negara yang dilandasi saling percaya dan saling menguntungkan.
Israel mempertontonkan aksi yang sangat tidak patut ditiru dalam konteks hubungan antar negara, di mana kepercayaan dan saling menguntungkan menjadi dasar hubungan.
Syamsu Rizal mengingatkan, serangan Israel berpotensi memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sudah lama tidak stabil.
"Langkah Israel ini akan semakin memanaskan situasi kawasan dan membuka potensi konflik yang lebih luas," tegasnya.
Lebih lanjut, Syamsu Rizal mendesak pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dan lantang dalam mengecam serangan tersebut di forum internasional.
Ia juga mendorong agar Indonesia aktif menggalang dukungan komunitas internasional untuk menekan Israel dan Amerika Serikat agar menghentikan tindakan yang memperburuk keadaan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dari Pemerintah Indonesia dalam menuntut pertanggungjawaban Israel atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
"Indonesia harus konsisten memperjuangkan keadilan, termasuk meminta pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia," pungkasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







