1.378 Gempa Susulan di Malut sejak 2 April, Warga Diimbau Hindari Bangunan Rusak

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 09 April 2026 | 14:07 WIB
Sebuah bangunan rusak berat akibat gempa di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate, Malut, Kamis (2/4/2026). (BeritaNasional/BNPB)
Sebuah bangunan rusak berat akibat gempa di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate, Malut, Kamis (2/4/2026). (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com - Hingga Kamis (9/4/2026) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.378 gempa susulan, setelah gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, pada Kamis (2/4/2026). Karenanya, BMKG mengingatkan warga di Maluku Utara (Malut) dan sekitarnya yang terdampak gempa untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan guna mencegah risiko runtuhan akibat gempa susulan.

"Tetap waspada namun tidak panik, serta menjauhi bangunan yang mengalami retakan signifikan atau kerusakan struktur," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Kamis.

Rahmat menambahkan, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas di area lereng perbukitan yang rawan longsor akibat kondisi tanah yang belum stabil pascagempa.

Tak hanya gempa susulan, BMKG memprediksi, aktivitas seismik baru akan meluruh sepenuhnya dalam kurun waktu dua-tiga pekan sejak kejadian.

"Jadi wajib menjauhi area lereng perbukitan yang rawan longsor akibat ketidakstabilan tanah pasca-gempa," pesannya.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, pada Kamis (2/4/2026), dan dirasakan di sejumlah daerah seperti Ternate, Manado, dan Gorontalo dengan intensitas yang bervariasi.

BMKG mencatat gelombang tsunami sempat terdeteksi di beberapa wilayah pesisir, antara lain di Halmahera Barat setinggi 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, serta Minahasa Utara mencapai 0,75 meter.

Data harian juga menunjukkan tren penurunan jumlah gempa susulan, dari 394 kejadian pada hari pertama menjadi 91 kejadian pada hari keenam, dan 63 kejadian pada hari ketujuh ini.

Atas peristiwa tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, satu orang meninggal dunia di Kota Manado, satu orang luka ringan, serta 16 keluarga terdampak di Kabupaten Minahasa. Selain korban jiwa, gempa tektonik ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk di Kota Manado, Kabupaten Minahasa, dan Kota Ternate.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: