Pemerintah Proyeksikan Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp497 Triliun, Serap 627 Ribu Tenaga Kerja

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 14 April 2026 | 15:33 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. (BeritaNasional/dok Setpres)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. (BeritaNasional/dok Setpres)

BeritaNasional.com - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai Rp497 triliun atau naik 6,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Proyeksi itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026).

"Kami masih menunggu sampai tanggal 15 (untuk perhitungan pasti realisasi investasi). Tapi, dengan perkembangan ini, insyaallah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada tiga bulan pertama ini, bisa kami capai, yaitu Rp497 triliun," kata Rosan.

Menurut dia, capaian investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 627 ribu tenaga kerja baru. 

Jumlah itu meningkat dibanding Kuartal I 2025 yang mencatat penyerapan 594 ribu pekerja.

"Penyerapan terhadap kerja diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen (secara tahunan)," ujar Rosan.

Rosan menjelaskan, program hilirisasi masih menjadi salah satu penopang utama masuknya investasi ke Indonesia.

"Program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, terutama memang kalau kita lihat hilirisasi, masih menjadi salah satu kontributor yang besar," jelas Rosan.

Adapun, investasi terbesar pada Januari-Maret 2026 masuk ke industri logam dasar sebesar Rp67 triliun, disusul transportasi, gudang, dan logistik Rp54 triliun, serta pertambangan Rp51 triliun.

Secara wilayah, Jakarta menjadi tujuan investasi terbesar dengan realisasi Rp74 triliun, diikuti Jawa Barat Rp72 triliun, dan Jawa Timur Rp38 triliun.

Sementara itu, dari sisi penanaman modal asing, Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masih menjadi investor utama di Indonesia.

"Negara-negaranya (penanaman modal asing) masih didominasi seperti Singapura, kemudian China, kemudian Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan yang lain-lainnya," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: