Blokade AS ke Iran Mulai Berlaku, 6 Kapal Langsung Diperingatkan

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 15 April 2026 | 11:01 WIB
Ilustrasi  Militer Amerika Serikat mulai menegakkan blokade terhadap pelabuhan Iran.(Foto/Pixabay)
Ilustrasi Militer Amerika Serikat mulai menegakkan blokade terhadap pelabuhan Iran.(Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Militer Amerika Serikat mulai menegakkan blokade terhadap pelabuhan Iran dengan mengeluarkan peringatan kepada enam kapal dalam 24 jam pertama sejak kebijakan itu diberlakukan. Seorang pejabat AS pada Selasa (waktu setempat) menyebut seluruh kapal tersebut memilih berbalik arah tanpa terjadi insiden tembakan.

Dikutip dari NBC News, Rabu (15/4/2026) pejabat itu menjelaskan, tidak ada tindakan penembakan maupun upaya pemeriksaan langsung ke atas kapal oleh personel militer AS. Dari enam kapal yang diperingatkan, lima di antaranya diketahui mengangkut minyak, sementara muatan satu kapal lainnya belum dapat dipastikan. Dua kapal tanker bahkan sudah berbalik arah dalam waktu dua jam setelah blokade mulai diterapkan pada Senin pagi.

Blokade tersebut diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Minggu, setelah perundingan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik yang pecah sejak Jumat malam. Sejak saat itu, arus pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti dan berdampak pada kenaikan harga minyak serta sejumlah komoditas penting lainnya.

Dalam operasi ini, militer AS mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur dan pesawat pengintai, serta lebih dari selusin kapal perang untuk memastikan pelaksanaan blokade berjalan efektif. Kapal-kapal yang menjadi target dihentikan saat memasuki Teluk Oman setelah melewati Selat Hormuz.

Menurut pejabat tersebut, penempatan kekuatan militer di Teluk Oman dipilih karena dinilai lebih aman dibandingkan Teluk Persia. Selain itu, AS memanfaatkan sistem pengawasan canggih, termasuk radar laut dan pesawat pengintai, untuk mendeteksi kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, lalu memberikan peringatan melalui komunikasi radio.

Kapal-kapal yang dianggap melanggar blokade diarahkan untuk kembali ke pelabuhan Iran melalui Teluk Oman. Hingga kini, belum ada kapal yang menolak perintah tersebut. Namun, pejabat AS menegaskan bahwa pihaknya memiliki kewenangan untuk menggunakan kekuatan jika ada kapal yang tetap melanjutkan perjalanan.

Di sisi lain, kapal tanker asal China, Rich Starry, dilaporkan tetap melanjutkan pelayaran karena tidak termasuk dalam kategori pelanggaran blokade. Kapal tersebut diketahui berangkat dari Uni Emirat Arab sehingga tidak menjadi target operasi militer AS.

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: