Helikopter Airbus H130 Hilang Kontak di Sekadau Kalbar, Tim SAR Temukan Serpihan Ekor

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 16 April 2026 | 18:45 WIB
Puing-puing diduga helikopter Airbus H130 yang hilang kontak di Sekadau, Kalbar. (Foto/Basarnas)
Puing-puing diduga helikopter Airbus H130 yang hilang kontak di Sekadau, Kalbar. (Foto/Basarnas)

BeritaNasional.com - Helikopter tipe Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (16/4/2026).

"Pertama-tama kami sampaikan turut prihatin atas musibah hilang kontak pesawat helikopter tipe Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara, di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalbar," ucap Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan persnya di Jakarta pada Kamis.

Kronologi Kejadian

Helikopter tersebut diketahui melakukan takeoff dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.34 WIB. Namun, hanya berselang lima menit setelah mengudara, pesawat menghilang dari radar.

Berdasarkan data AirNav, pesawat gagal melakukan komunikasi radio rutin pada pukul 08.39 WIB. 

Titik terang mulai muncul saat Basarnas Command Center mendeteksi sinyal darurat melalui satelit LEOSAR dalam sistem Cospas-Sarsat pada pukul 09.15 WIB.

Sinyal tersebut berasal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) yang memancar dari kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

"Pesawat menghilang dari pantauan radar dan gagal melakukan komunikasi radio rutin. Pada pukul 09.15 WIB, Basarnas Command Center mendeteksi sinyal darurat melalui satelit LEOSAR dalam sistem Cospas-Sarsat, yang menangkap pancaran sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT)," papar Syafii.

8 Orang Berada di Dalam Pesawat

Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi bahwa terdapat delapan orang yang ikut dalam penerbangan nahas tersebut.

"Dalam penerbangan tersebut terkonfirmasi ada 8 (delapan) orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 2 (dua) orang kru, dan 6 (enam) orang penumpang," jelasnya.

Upaya Pencarian

Basarnas telah mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Sintang sejak pukul 11.00 WIB melalui jalur darat. 

Namun, upaya evakuasi menghadapi tantangan besar akibat kondisi geografis. Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan yang sangat terjal.

Selain jalur darat, pencarian dilakukan melalui udara menggunakan Heli Super Puma milik TNI AU yang lepas landas dari Lanud Supadio pada pukul 13.10 WIB. Helikopter pemantau ini membawa 10 personel gabungan dari kru, Kopasgat, dan rescuer Basarnas

Hasil pantauan udara menunjukkan perkembangan signifikan. Pada pukul 15.25 WIB, tim menemukan serpihan yang diduga kuat merupakan bagian dari ekor helikopter PK-CFX, berjarak sekitar 3 km ke arah barat dari titik awal hilang kontak.

"Pada pukul 15.25 WIB, Heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat helikopter Airbus H130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3 km ke arah barat dari titik awal hilang kontak. Informasi temuan tersebut diteruskan ke unsur darat untuk memudahkan menuju ke titik lokasi," jelasnya.

Syafii menegaskan seluruh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga perangkat desa setempat akan bekerja maksimal di bawah komando operasi SAR.

"Mohon doanya semoga proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat, serta seluruh korban dapat ditemukan dengan selamat," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: