Penutupan Selat Hormuz, Trump Klaim Amerika Serikat Aman dari Kerugian

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 20 April 2026 | 06:09 WIB
Serangan baru guncang jalur pelayaran Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)
Serangan baru guncang jalur pelayaran Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)

BeritaNasional.com - Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal penutupan Selat Hormuz memicu perdebatan.

Dalam unggahan panjang di media sosial, Trump mengklaim bahwa AS tidak dirugikan meski jalur vital tersebut ditutup. Namun, fakta di lapangan dan pergerakan harga minyak justru menunjukkan sebaliknya.

Trump juga menyebut Iran menembaki kapal Prancis dan Inggris. Meski begitu, laporan yang beredar mengindikasikan kapal yang menjadi sasaran justru berbendera India. Ia bahkan mengatakan Iran “membantu AS tanpa mereka sadari” lewat situasi ini.

Klaim tersebut dinilai tidak akurat. Penutupan Selat Hormuz bukan sekadar blokade biasa. Jalur ini sepenuhnya ditutup oleh Iran, membuat kapal-kapal tidak bisa melintas sama sekali. Artinya, tidak ada lalu lintas yang bisa “dikendalikan” seperti yang disebutkan.

Soal dampak ekonomi, Trump menyatakan AS tidak kehilangan apa pun. Ia menulis, “the US loses nothing” dari penutupan tersebut. Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan realitas pasar global.

Minyak merupakan komoditas dunia. Ketika Selat Hormuz ditutup, pasokan terganggu dan harga langsung terdongkrak. Sebaliknya, saat kabar pembukaan jalur sempat muncul pada Jumat lalu, harga minyak global justru anjlok hingga 9 persen.

Jika penutupan masih berlangsung saat pasar dibuka awal pekan, situasinya bisa berbalik. Harga minyak berpotensi naik tajam, sementara pasar saham tertekan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak penutupan Selat Hormuz tidak bisa dianggap remeh, bahkan bagi ekonomi sebesar Amerika Serikat.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: