Pemerintah Targetkan Swasembada 8 Komoditas Pangan pada Juni 2026
BeritaNasional.com - Pemerintah menargetkan, Indonesia bisa mencapai swasembada pada Juni 2026 terhadap delapan komoditas pangan.
Target tersebut diproyeksikan berdasarkan neraca pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menunjukkan surplus pada sejumlah bahan pangan utama hingga pertengahan 2026.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, capaian tersebut menunjukkan hasil kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Artinya upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat seperti yang disampaikan Presiden, ini sudah kelihatan nyata datanya,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Dalam data tersebut, komoditas beras diperkirakan memiliki ketersediaan 31,3 juta ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi sebesar 15,4 juta ton sehingga surplus sekitar 15,8 juta ton.
Selain beras, jagung diproyeksikan memiliki ketersediaan 13,2 juta ton dengan kebutuhan 8,4 juta ton, alias surplus 4,7 juta ton. Gula konsumsi juga mencatat ketersediaan 2,2 juta ton, melampaui kebutuhan 1,4 juta ton atau surplus sekitar 797 ribu ton.
Untuk komoditas hortikultura, cabai besar diperkirakan surplus 87 ribu ton dari total ketersediaan 551 ribu ton. Cabai rawit juga mengalami kelebihan pasokan sebesar 61 ribu ton, sedangkan bawang merah surplus sekitar 53 ribu ton.
Di sektor protein hewani, produksi daging ayam mencapai 2,9 juta ton, melebihi kebutuhan 2 juta ton atau surplus sekitar 950 ribu ton. Telur ayam juga mencatat surplus 517 ribu ton dari ketersediaan 3,7 juta ton.
Meski demikian, pemerintah masih mendorong peningkatan produksi sejumlah komoditas yang belum sepenuhnya dipenuhi dari dalam negeri, seperti bawang putih, kedelai, serta daging sapi dan kerbau menuju swasembada.
PERISTIWA | 18 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







