Pemerintah Genjot Revitalisasi 71 Ribu Sekolah di 2026, Abdul Mu’ti: Tak Boleh Ada Atap Sekolah Runtuh
BeritaNasional.com - Komitmen pemerintah dalam memperbaiki kualitas sarana pendidikan di Indonesia terus dipacu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, mengumumkan, pada 2026 ini, sebanyak 71.744 satuan pendidikan di seluruh penjuru tanah air akan menjalani proses revitalisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara yang berlangsung di Manado, Selasa (21/4/2026). Jumlah fantastis ini merupakan gabungan dari target awal yang kemudian ditambah secara signifikan untuk mempercepat pemerataan kualitas sekolah.
"Pada tahun 2026, capaian revitalisasi sesuai pagu awal sebanyak 11.744 satuan pendidikan dan ada tambahan sebanyak 60.000 satuan pendidikan, sehingga pada tahun 2026, sebanyak 71.744 satuan pendidikan direvitalisasi," ujar Menteri Abdul Mu'ti yang dikutip dari Antara pada Selasa (21/4/2026).
Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara, tercatat ada 248 sekolah yang tersentuh program ini, termasuk pembangunan satu unit sekolah baru dengan total anggaran mencapai Rp231 miliar lebih.
Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Minahasa memimpin dengan 19 sekolah, disusul Kota Manado dengan 18 sekolah yang direvitalisasi.
Tak hanya soal fisik bangunan, pemerintah juga fokus pada modernisasi pembelajaran melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP). Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, distribusi perangkat teknologi ini ditambah hingga tiga unit per sekolah.
"Secara nasional, pencapaian distribusi IFP pada tahun 2025 mencapai 288.865 unit, dan berdasarkan arahan Presiden Prabowo, pada tahun ini ada tambahan tiga IFP per sekolah, sehingga pada tahun 2026, sekitar 886.595 IFP yang akan didistribusikan," jelasnya.
Abdul Mu'ti menegaskan program besar-besaran ini merupakan mandat langsung dari Presiden untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam belajar.
Fokus utama tetap pada perbaikan infrastruktur yang selama ini dianggap memprihatinkan, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan daerah terdampak bencana.
Menteri kembali mengingatkan amanat penting dari Presiden Prabowo Subianto saat puncak Hari Guru Nasional 2024 lalu.
"Tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh, tidak boleh ada sekolah yang tidak ada WC untuk anak-anak," tegas Mendikdasmen.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







