Menkeu Purbaya: Pemerintah Rampungkan Restrukturisasi Utang Whoosh

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 22 April 2026 | 12:58 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah. Hal ini pun telah disampaikan kepada pemerintah China. 

“Sudah kelar (restruktusiasi), tinggal diumumkan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Menurut Purbaya, pihaknya juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada pemerintah China untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan antara kedua negara.

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Kan saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” ujarnya.

Namun, Purbaya belum bersedia mengungkapkan detail hasil restrukturisasi. Ia menyebut pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Nanti diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak ngomongin sekarang ya. Nanti tanya Pak AHY begitu diumumkan nanti. Tapi yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan,” ujar Purbaya.

Terkait kemungkinan kehadiran perwakilan China saat pengumuman resmi nanti, Purbaya belum memberikan kepastian. Yang pasti, ia menegaskan keputusan tersebut berada di tangan pemerintah.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya sempat menyinggung proyek yang dikelola oleh PT KCIC itu sempat mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) dan persoalan koordinasi antarinstansi.

Maka dari itu, diperlukan restrukturisasi untuk memastikan keberlanjutan proyek serta menjaga keseimbangan pembagian beban antara Indonesia dan China. Skema baru nantinya akan mencerminkan prinsip berbagi risiko antara kedua pihak.

“Kalau ada loss, ya sama-sama. Kita berapa persen, mereka berapa persen,” ujarnya.

Purbaya pun turut menyinggung penyebab terjadinya cost overrun pada sejumlah proyek infrastruktur, termasuk Whoosh. Menurutnya, pembengkakan biaya terutama disebabkan lemahnya pengawasan selama proses pembangunan.

"Itu sebetulnya proyeknya bagus. Cuman tidak diawasi sehingga ketika ada masalah, tidak ada yang menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliun rupiah,” terangnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: