Kenali Penyebab Mimisan Pada Anak, Bawa ke Dokter Jika Ada Tanda Ini

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 24 April 2026 | 07:02 WIB
Ilustrasi mimisan pada anak (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi mimisan pada anak (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Hidung mengeluarkan darah atau mimisan pasti menimbulkan rasa was-was apalagi jika itu terjadi pada anak setelah demam.

Fenomena ini terkada merupakan respons tubuh terhadap demam tinggi, namun tidak jarang juga menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Memahami penyebab di balik mimisan ini serta mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan si kecil.

Meskipun seringkali tidak berbahaya, mimisan setelah demam memerlukan perhatian khusus. Mengutip laman Halodoc ada beberapa kondisi seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa menunjukkan gejala ini. Namun, bisa juga disebabkan oleh hal yang lebih ringan seperti hidung kering akibat udara atau iritasi biasa. 

Berbagai Penyebab Anak Mimisan Usai Demam

Mimisan, atau epistaksis, pada anak yang baru saja mengalami demam dapat dipicu oleh beberapa faktor. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya agar penanganan yang diberikan sesuai.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Infeksi virus dengue dapat melemahkan pembuluh darah kecil dan menurunkan jumlah trombosit dalam darah. Penurunan trombosit ini menyebabkan darah sulit membeku, sehingga perdarahan, termasuk mimisan dan gusi berdarah, mudah terjadi.

Pembuluh Darah Rapuh Akibat Demam Tinggi

Suhu tubuh yang tinggi saat demam bisa membuat pembuluh darah kecil di area hidung melebar dan menjadi lebih rapuh. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah pecah dan menyebabkan mimisan.

Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan pada hidung (rhinitis) bisa membuat mukosa hidung menjadi kering dan sensitif. Saat anak mengorek hidung atau membersihkannya, selaput hidung yang kering ini rentan terluka dan memicu mimisan.

Udara Kering atau Iritasi

Lingkungan dengan udara kering, terutama akibat penggunaan pendingin ruangan (AC) secara terus-menerus, dapat mengeringkan selaput lendir di hidung. Hidung yang kering seringkali terasa gatal, yang kemudian memicu anak untuk mengoreknya dan menyebabkan iritasi atau luka pada pembuluh darah halus.

Pertolongan Pertama Saat Anak Mimisan

Ketika anak mengalami mimisan, orang tua perlu tenang dan segera melakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut:

Posisi Tubuh

Dudukkan anak dengan posisi tegak dan condongkan kepala sedikit ke depan. Hindari mendongakkan kepala ke belakang karena dapat menyebabkan darah tertelan, yang bisa memicu mual atau muntah.

Tekan Hidung

Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan lembut cuping hidung (bagian lunak hidung) selama 10 menit tanpa henti. Pastikan hidung tertutup rapat agar tekanan efektif menghentikan perdarahan.

Kompres Dingin

Tempelkan kompres dingin di pangkal hidung atau dahi anak. Suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan mempercepat penghentian mimisan.

Hindari Menelan Darah

Minta anak untuk mengeluarkan darah yang mungkin masuk ke mulutnya, jangan menelannya. Menelan darah dapat menyebabkan iritasi lambung.

Amati dan Evaluasi

Setelah 10 menit, lepaskan tekanan perlahan dan periksa apakah mimisan sudah berhenti. Jika masih berlanjut, ulangi penekanan selama 10 menit lagi.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar mimisan bisa diatasi dengan pertolongan pertama, ada beberapa tanda yang mengindikasikan bahwa anak perlu segera diperiksa oleh dokter:

Demam Tidak Turun atau Kembali Tinggi

Jika demam tidak kunjung mereda atau bahkan kembali naik setelah beberapa hari, ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.

Kondisi Anak Memburuk

Anak terlihat sangat lemas, rewel berlebihan, atau mengalami kesulitan makan dan minum.

Munculnya Gejala Perdarahan Lain

Adanya bintik-bintik merah di kulit, gusi berdarah, atau muntah darah merupakan tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis segera.

Mimisan Berlangsung Lama atau Berulang

Jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit, darah yang keluar sangat banyak, atau mimisan terjadi sangat sering dan tanpa pemicu yang jelas, segera cari bantuan medis. Kondisi ini bisa mengindikasikan pembekuan darah yang terganggu, seperti pada kasus DBD yang memerlukan pemeriksaan darah untuk diagnosis pasti.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: