Harta Kekayaan Eks Gubernur BI Perry Warjiyo Tembus Rp80,5 Miliar, Nihil Utang
BeritaNasional.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp80.500.957.247 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan pada 15 Maret 2026. Laporan tersebut telah dinyatakan lengkap secara administratif.
Berdasarkan data LHKPN, aset terbesar Perry berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp52.326.069.532.
Properti tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Sleman, Sukoharjo, dan Karawang.
Aset dengan nilai tertinggi berupa tanah seluas 700 meter persegi beserta bangunan seluas 540 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp24 miliar.
Selain itu, Perry juga memiliki rumah di Jakarta Selatan senilai Rp7,2 miliar, rumah lainnya senilai Rp4,5 miliar, serta sejumlah properti di Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Sleman, dan Karawang.
Di sektor kendaraan, Perry hanya melaporkan satu unit mobil, yakni Mercedes-Benz S450 tahun 2023 senilai Rp2.085.625.000.
Selain aset properti dan kendaraan, Perry juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1.032.000.000, surat berharga sebesar Rp20.878.577.399, kas dan setara kas senilai Rp2.193.118.483, serta harta lainnya sebesar Rp1.985.566.833.
Menariknya, dalam laporan tersebut Perry menyatakan tidak memiliki utang. Dengan demikian, seluruh nilai aset yang dilaporkan menjadi total harta kekayaannya, yakni Rp80.500.957.247.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi menerima pengunduran diri Perry Warjiyo.
Menurut Prasetyo, pengunduran diri Perry telah diterima sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menjelaskan, proses penerimaan pengunduran diri tersebut mengacu pada Undang-Undang Bank Indonesia. Seluruh tahapan, kata dia, telah dilakukan sesuai prosedur yang diatur dalam regulasi.
Selain menerima pengunduran diri tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Perry Warjiyo atas pengabdiannya selama memimpin bank sentral Indonesia.
Pemerintah menilai kontribusi Perry berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi beliau selama 7 tahun memimpin Bank Indonesia," ujar Prasetyo Hadi.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu







