Iran Siap Buka Kembali Negosiasi dengan AS, tapi Muncul Keraguan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 24 April 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi gencatan senjata antara Amerika Serikat-Iran. (Foto/Gemini AI)
Ilustrasi gencatan senjata antara Amerika Serikat-Iran. (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk kembali duduk di meja perundingan dengan Amerika Serikat (AS) guna mencapai perdamaian. Meski demikian, Teheran secara terbuka menyampaikan keraguan besar terhadap keseriusan dan ketulusan pihak Washington dalam proses diplomasi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali pada Kamis (23/4/2026) waktu setempat. 

Jalali menekankan negosiasi tidak akan berarti apa-apa jika hanya menjadi alat bagi AS untuk memaksakan kehendak.

Jalali menegaskan Iran menginginkan pembicaraan yang membuahkan hasil nyata dan berkelanjutan bagi stabilitas kawasan, bukan sekadar pertemuan formalitas yang hasilnya sudah ditentukan sepihak oleh Amerika.

"Kami menginginkan tujuan dan sasaran konkret yang dapat dicapai sebagai hasil dari negosiasi ini. Mereka (Amerika Serikat) seharusnya tidak mendikte syarat dan hasil dari pembicaraan ini sehingga kita dapat mencapai perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan di seluruh wilayah," kata Jalali sebagaimana dikutip Xinhua News pada Jumat (24/4/2025).

Ia juga memperingatkan Teheran tidak akan menoleransi taktik diplomasi yang dianggap merugikan seperti praktik penipuan atau upaya sengaja untuk mengulur-ulur waktu proses perundingan.

Walaupun Iran tetap memilih jalur diplomasi untuk menyelesaikan berbagai konflik yang ada, Jalali menyayangkan sikap Washington yang dianggap tidak menunjukkan iktikad serupa. Menurut dia, sejauh ini, Amerika Serikat belum menunjukkan keseriusan dalam bernegosiasi.

"Iran tidak melihat pendekatan serius (terhadap negosiasi) dari pihak Amerika Serikat," tegas Jalali.

Lebih lanjut, Jalali mengeklaim Iran telah berhasil melewati masa-masa sulit akibat tekanan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. 

Ia menyebut daya tahan Iran dalam menghadapi konflik tersebut sebagai sebuah pencapaian besar.

"Mereka mengerahkan seluruh potensi militer mereka melawan Iran, tetapi hasilnya adalah kemenangan bersejarah bagi Iran," tandasnya.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: