Kata Saksi Mata Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Diawali Taksi ‘Hijau’ Tertemper

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 28 April 2026 | 10:35 WIB
Taksi hijau, Green SM tertemper kereta sebelum insiden tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. (BeritaNasional/Oke Atmadja)
Taksi hijau, Green SM tertemper kereta sebelum insiden tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. (BeritaNasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, masih dalam penanganan petugas yang berupaya melakukan evakuasi.

Berdasarkan keterangan saksi mata yang ditemui Beritanasional.com di lokasi, Fiqri (20) menyampaikan, kecelakaan hebat itu diawali kejadian mobil taksi listrik yang tertemper sekira pukul 20.30 WIB di jalur satu Cikarang - Jakarta, Senin (27/4/2026) malam.

“Jadi dari lajur satu itu ada kecelakaan dulu taksi ijo kata sopirnya mogok. Tertabrak,” kata Fiqri saat ditemui Selasa (28/4/2026).

Dari jalur arah Jakarta - Cikarang, terdapat KRL yang sedang menurunkan penumpang. KRL tersebut sedang berada di peron stasiun Bekasi Timur sambil menunggu proses evakuasi taksi listrik selesai dilakukan.

Tak lama berselang, tiba-tiba dari arah belakang jalur rel Jakarta - Cikarang melajur KA Argo Bromo Anggrek yang langsung menghantam sisi belakang dari KRL arah Jakarta - Cikarang.

“KA Argonya juga gak berhenti. Dan stasiun ini kan bukan pemberhentian buat kereta jarak jauh juga,” ungkapnya.

Sementara itu, saksi lain yang enggan disebutkan namanya, mengaku sempat mendengar suara rem berdecit keras dari rumahnya. Sebelum terjadi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL di peron stasiun.

“Udah ngerem dia (KA Argo Bromo) tapi gak keburu. Suaranya (ngeremnya) kedengeran pikiran saya keretanya anjlok, ternyata tabrakan,” katanya saat ditemui.

Suara benturan yang keras sontak membuat warga sekitar langsung ramai mendatangi lokasi. Di sana terlihat lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah merangsek ke dalam gerbong KRL.

“Kenceng suaranya. Tapi udah ngerem, ya (tetap melaju) 60-70 lah (laju KA. Argo Bromo),” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung oleh petugas gabungan. Terlihat, petugas telah berhasil memisahkan Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek yang masuk ke gerbong KRL sekira pukul 08.30 WIB tadi pagi.

Sementara untuk data korban jiwa, terbaru tercatat ada 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Lalu, korban luka berjumlah 84 orang, yang telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan antara lain, RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Green SM Buka Suara

Sebelumnya, Green SM Indonesia telah buka suara terkait kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Hal ini menyusul adanya mobil taksi listrik yang sempat mengalami kendala saat melintas di penyebrangan.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami,” tulis keterangan dari akun Instagram resmi @id.greensm.

Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

“Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulisnya kembali.

“Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” sambungnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: