Operasi SAR Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dinyatakan Selesai, 14 Meninggal dan 84 Luka-luka

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 28 April 2026 | 11:33 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi (tengah) dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii (kanan). (BeritaNasional/Bachtiar)
Menhub Dudy Purwagandhi (tengah) dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii (kanan). (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan, pagi ini operasi SAR Gabungan terhadap insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur telah dinyatakan selesai.

Adapun kecelakaan ini turut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) kemarin malam.

“Tadi pagi dengan pukul 08:00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan kita kembalikan ke homebasemasing-masing,” kata Syafii kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Proses evakuasi telah dinyatakan selesai, setelah operasi SAR berjalan kurang lebih 12 jam. Hingga, berhasil mengevakuasi Lokomotif KA Argo Bromo yang sempat merangsek masuk ke gerbong KRL.

Seluruh proses evakuasi ini dipastikan telah dilakukan dengan melihat kondisi keselamatan korban. Khususnya korban yang sempat terjepit hingga akhirnya berhasil diselamatkan petugas dengan penanganan khusus.

“Mungkin ada sempat dipertanyakan kenapa kereta atau lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong. Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada 5 korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan restrikasi atau ekstrikasi,” jelasnya.

“Sehingga korban itu bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih berat lagi,” tambah dia.

Sementara, untuk saat ini total sudah ada 14 korban jiwa yang berhasil dievakuasi. Sedangkan terkait korban luka berjumlah 84 orang yang masih menjalani perawatan di delapan rumah sakit.

“Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja ditemukan sekecil apapun body part dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur dan itu memang harus kita lakukan,” tuturnya.

Adapun kecelakaan ini turut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan terjadi, sesaat KRL sedang menunggu rangkaian taksi yang tertemper KRL lain dari arah Cikarang-Jakarta, Senin (27/4/2026) malam.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: