Selidiki Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi Timur, Polisi Usut Human Error atau Kendala Sistem

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 29 April 2026 | 13:19 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong KRL dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jabar, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Petugas mengevakuasi gerbong KRL dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jabar, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Polisi ikut turun tangan melakukan penyelidikan terhadap insiden kecelakaan maut tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penyelidikan itu untuk mendalami apakah ada dugaan kelalaian sehingga terjadinya kecelakaan maut itu.

"Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, proses penyelidikan yang telah dilakukan mulai dari memeriksa saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), sampai agenda memeriksa sopir taksi online hingga masinis kereta api.

Sederet langkah penyelidikan ini dilakukan untuk membuat terang- benderang kronologi sampai duduk perkara siapa yang bertanggung jawab dalam insiden menewaskan 16 orang tersebut.

“Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelas Budi.

Sedangkan untuk data korban terbaru yang dihimpun pukul 11.00 WIB, Rabu (29/4/2026), dilaporkan ada 16 korban meninggal dunia. Lalu, 90 orang luka, dengan rincian 44 orang diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan dan 46 orang lainnya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Budi.

Sebelumnya, berdasarkan informasi dihimpun kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta- Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau, Green SM mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau' yang mogok. Tiba-tiba dari arah belakang, melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, total 16 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara 90 korban luka lainnya telah berhasil dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, Operasi SAR Gabungan pun dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek pun telah berhasil dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari stasiun Bekasi Timur.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: