Prabowo Minta Siswa Waspada AI: Bisa Digunakan untuk Hal Negatif

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 29 April 2026 | 15:11 WIB
Momen para siswa sambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, di SMAN 1 Cilacap. (Foto/doc. Setpres)
Momen para siswa sambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, di SMAN 1 Cilacap. (Foto/doc. Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para siswa dan guru agar mewaspadai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kian pesat.

Hal itu disampaikannya saat meninjau renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Hati-hati, karena sekarang teknologi semakin canggih. Terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence,” kata Prabowo.

“Ini sudah dahsyat, hati-hati. Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk hal yang negatif, yang tidak baik, yang memecah belah, yang menghasut,” tambahnya.

Prabowo berujar Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut dia, kekayaan negara bukan sekadar slogan, melainkan nyata dan dapat menjadi modal kebangkitan nasional.

“Jadi anak-anakku, para guru, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia. Dan percaya sama saya, saya sudah lihat semua data, saya sudah melihat angka, negara kita sungguh-sungguh sangat kaya. Sungguh sangat kaya. Tidak hanya sebagai slogan, tapi nyata. Saya perkirakan 3, 4, 5 tahun lagi kita akan bangkit luar biasa,” ujar Presiden.

Ia juga mengajak siswa dan guru untuk percaya kepada bangsa, negara, dan ideologi Pancasila. Menurut Prabowo, generasi muda harus bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia.

“Anak-anakku sekalian, para guru, percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia, bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia,” ucap Prabowo.

Selain itu, Prabowo menitipkan pesan kepada para guru agar membina siswa dengan kasih sayang sekaligus ketegasan.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin generasi muda tumbuh lemah dan mudah menyerah.

“Saya titip anak-anak ini, kau bina dengan sebaik-baiknya, kau didik dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih sayang, tapi juga tegas. Kita tidak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah, yang menyerah,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: