Penyiraman Air Keras di Jakbar Dipicu Cekcok Sepak Bola
BeritaNasional.com - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua pelaku teror penyiraman air keras terhadap pria berinisial KA di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kedua pelaku, DM dan MG, berhasil diringkus kurang dari 12 jam setelah kejadian. Penangkapan dilakukan berkat penyelidikan cepat melalui olah TKP dan penelusuran rekaman CCTV oleh tim opsnal.
“Tim bergerak cepat setelah menerima laporan. Dari hasil olah TKP dan rekaman CCTV, identitas pelaku berhasil diketahui dan keduanya langsung diamankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (29/4/2026).
DM ditangkap di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada Senin dini hari, 27 April 2026. Sementara MG, yang diduga sebagai eksekutor, lebih dulu diamankan di wilayah Cengkareng.
Hasil interogasi sementara mengungkap motif aksi ini dipicu persoalan sepele, yakni kekalahan dalam pertandingan sepak bola. Adu mulut antara pelaku dan korban kemudian berkembang menjadi dendam hingga berujung kekerasan.
“Persoalan yang semula hanya cekcok di lapangan kemudian berujung pada tindakan penyiraman cairan kimia,” jelasnya.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy, rekaman CCTV, serta pakaian yang dikenakan para tersangka.
“Kami tegaskan, setiap tindakan kekerasan yang membahayakan jiwa akan diproses tegas sesuai hukum. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan,” tambahnya.
Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat Pasal 466 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.
Sementara itu, dalam unggahan Instagram @resmob_pmj, penangkapan DM sempat diwarnai drama. Keluarga pelaku histeris saat mengetahui kejadian tersebut.
“Petugas meringkus pelaku berinisial DM di wilayah Kembangan Utara. Di hadapan orang tuanya, DM sempat mengelak hingga membuat keluarganya berteriak histeris,” tulis akun tersebut.
“Kebohongan itu terbongkar setelah ia dipertemukan dengan pelaku lain, MG, yang lebih dulu ditangkap,” sambungnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







