Iran Pangkas Produksi Minyak di Tengah Tekanan Blokade AS
BeritaNasional.com - Iran dilaporkan mulai mengurangi produksi minyaknya di tengah tekanan blokade yang diberlakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Informasi tersebut disampaikan oleh Bloomberg dengan mengutip seorang pejabat senior, meski tidak dijelaskan secara rinci asal negara sumber tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Iran mengambil langkah pemangkasan produksi sebagai strategi pencegahan agar kapasitas penyimpanan minyak tidak penuh. Kebijakan ini dinilai lebih aman dibandingkan harus menunggu tangki penyimpanan mencapai batas maksimal.
Selain itu, para insinyur Iran disebut memiliki kemampuan teknis untuk menutup sumur-sumur minyak tanpa menimbulkan kerusakan serius, sehingga aktivitas produksi dapat kembali dilakukan dengan relatif cepat saat dibutuhkan.
Sebelumnya, ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kedua negara kemudian menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April, yang dilanjutkan dengan proses negosiasi di Islamabad, Pakistan.
Pada Jumat (1/5/2025), Presiden Donald Trump mengirimkan surat kepada Kongres AS untuk mengumumkan berakhirnya permusuhan dengan Iran.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tetap akan berada di kawasan tersebut guna mengantisipasi potensi ancaman lanjutan dari Teheran.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 8 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







