Rampas Kapal hingga Minyak Iran, Trump Bangga Angkatan Laut AS Seperti Perompak

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 03 Mei 2026 | 14:11 WIB
Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. (Foto/freepik)
Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Tanpa malu bahkan merasa bangga, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bahwa Angkatan Laut AS telah bertindak layaknya perompak saat memblokade pelabuhan Iran, di tengah gencatan senjata yang berlaku selama 60 hari. Dalam aksi tersebut, tentara AS merampas kapal, muatan kargo hingga minyak, dan menyebut ini bisnis yang menguntungkan.

"Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump dalam sebuah acara di Florida pada Jumat (1/5/2026) waktu setempat.

"Kami seperti perompak. Kami memang agak mirip perompak, tetapi kami tidak main-main," aku Trump.

Sementara itu, melansir Politico, Trump pada hari yang sama menyampaikan kepada para anggota parlemen AS  bahwa perang melawan Iran telah "berakhir". Ini merupakan upaya Trump untuk meredam perdebatan mengenai perlunya persetujuan Kongres atas konflik tersebut.

Berdasarkan Resolusi Kewenangan Perang yang disahkan pada 1973, presiden AS, setelah memberi tahu Kongres tentang penggunaan kekuatan militer, harus mengakhiri aksi tersebut dalam waktu 60 hari, kecuali Kongres mengizinkan pelanjutan aksi militer itu.

Perang ini berawal dari serangan AS dan Israel dengan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari 2026. Namun, Trump baru secara resmi memberi tahu Kongres pada 2 Maret, yang berarti tenggat legal 60 hari akan berakhir pada 1 Mei.

Sementara itu, melansir kantor berita Fars pada Sabtu (2/5/2026), pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi mengatakan bahwa kembali pecahnya perang "kemungkinan besar" akan terjadi.

Menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Perang AS, Angkatan Laut AS mencegat dan menaiki dua kapal tanker minyak di Samudra Hindia masing-masing pada 20 April dan 22 April. Kedua kapal tanker tersebut diduga mengangkut minyak dari Iran.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: