China Kunci Gelar Piala Thomas Ke-12 Usai Taklukkan Prancis

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 04 Mei 2026 | 09:36 WIB
Timnas Bulu tangkis China juara Thomas Cup 2026. (Foto/Instagram BWF)
Timnas Bulu tangkis China juara Thomas Cup 2026. (Foto/Instagram BWF)

BeritaNasional.com - Dominasi China di kancah bulu tangkis beregu putra dunia masih belum tergoyahkan. Tim Negeri Tirai Bambu sukses mempertahankan gelar juara Piala Thomas 2026 setelah menumbangkan tim kuda hitam, Prancis, dengan skor 3-1 dalam partai final yang digelar di Forum Horsens, Denmark, pada Minggu (3/4/2026) malam waktu setempat.

Kemenangan ini menjadi koleksi trofi Piala Thomas ke-12 bagi China, sekaligus semakin mendekati rekor Indonesia yang hingga kini masih memegang 14 gelar juara.

Meski China jauh lebih diunggulkan, Prancis membuktikan bahwa keberhasilan mereka menembus final bukanlah kebetulan. 

Di partai pembuka, tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, harus mandi keringat selama hampir 90 menit untuk menaklukkan Christo Popov. Lewat duel sengit tiga gim, Shi akhirnya menang dengan skor 21-16, 16-21, dan 21-17.

Kejutan benar-benar terjadi di partai kedua. Tunggal putra masa depan Prancis, Alex Lanier, tampil luar biasa dengan menghancurkan Li Shi Feng melalui permainan dua gim langsung, 21-13 dan 21-10. 

Kemenangan bersejarah Lanier ini sempat membuat kedudukan imbang 1-1 dan menghidupkan asa "Negeri Mode" untuk menciptakan sejarah baru.

China kembali mengambil kendali lewat partai ketiga yang menguras emosi. Weng Hong Yang dipaksa bermain maraton selama 96 menit melawan Toma Junior Popov. Dalam laga yang penuh drama tersebut, Weng berhasil unggul tipis 22-20, 20-22, dan 21-19, membawa China kembali memimpin 2-1.

Kepastian gelar akhirnya ditentukan oleh ganda putra He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Menghadapi pasangan Eloi Adam/Leo Rossi, He/Ren tampil sangat solid dan tak memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang. Mereka menang meyakinkan 21-13 dan 21-16, sekaligus memastikan trofi tetap berada di tangan China.

Gelar ini sekaligus menjadi pelipur lara bagi China, mengingat tim putri mereka baru saja gagal di final Piala Uber 2026 usai ditumbangkan Korea Selatan.

Di sisi lain, meski harus puas sebagai runner-up, penampilan Prancis di turnamen ini menjadi alarm bagi kekuatan tradisional bulu tangkis dunia. Keberhasilan mereka menumbangkan tim-tim raksasa, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa peta kekuatan bulu tangkis dunia kini semakin merata, dengan Prancis sebagai kekuatan baru yang patut diwaspadai di masa depan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: