Inflasi RI April 2026 Tercatat 0,13 Persen, Tarif Pesawat dan BBM Jadi Penyebab Utama

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:49 WIB
Pengendara mengisi BBM di SPBU Menteng, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Pengendara mengisi BBM di SPBU Menteng, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan RI mencapai 0,13 persen pada April 2026.

Inflasi bulan lalu ini berasal dari sektor transportasi, yakni kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono merinci, transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 0,99 persen dan andil 0,12 persen terhadap inflasi total.

“Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen, sedangkan bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” kata Ateng, dikutip dari keterangan resminya pada Selasa (5/5/2026).

Selain transportasi, sejumlah bahan pangan seperti minyak goreng, tomat, serta beras dan nasi dengan lauk turut menyumbang kenaikan harga.

Namun, laju inflasi tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,20 persen. Penurunan harga sejumlah komoditas menjadi faktor utama penahan inflasi.

“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi, di antaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” ujar Ateng.

Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) naik tipis dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April. Secara tahunan, inflasi sejak awal tahun tercatat sebesar 1,06 persen.

Secara wilayah, sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi dan 8 provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: