Ade Armando Mengundurkan Diri dari PSI, Ini Alasannya

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 05 Mei 2026 | 16:45 WIB
Eks Wapres Jusuf Kalla (tengah), Ade Armando (kanan) dan Abu Janda (kiri). (BeritaNasional/IG JK/Cokro TV/Istimewa)
Eks Wapres Jusuf Kalla (tengah), Ade Armando (kanan) dan Abu Janda (kiri). (BeritaNasional/IG JK/Cokro TV/Istimewa)

BeritaNasional.com - Ade Armando menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengunduran Ade Armando sebagai buntut pelaporan 40 ormas Islam ke polisi karena dianggap menyebarkan video ceramah mantan Wapres Jusuf Kalla.

"Melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur demi kebaikan bersama," ujar Ade Armando di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ade Armando mengambil keputusan pengunduran diri karena menilai banyak kelompok yang menunggangi isu tersebut dan mengorkestrasi serangan ke PSI.

Menurutnya tayangan video di Cokro TV yang menjadi pelaporan dianggap sebagai kerja jurnalistik dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab pribadi, bukan sikap politik PSI.

"Saya memang dilaporkan karena saya dianggap menghasut dan memprovokasi. Seandainya yang menjadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, saya tidak keberatan, saya akan hadapi kalau dipanggil polisi, saya akan datang dan jelaskan bahwa saya tidak melakukannya. Masalahnya pada saat yang sama ternyata ada kelompok-kelompok yang dengan sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang dan menghancurkan PSI, saya tidak terima itu," ujarnya.

"Yang saya sampaikan melalui video saya di Cokro TV, itu sama sekali tidak atas perintah oleh PSI. PSI bahkan tidak tahu bahwa saya membuat video tersebut. Jadi kritik-kritik saya tidak pernah saya konsultasikan ke pimpinan PSI, tidak pernah saya tanyakan dulu kepada PSI, itu adalah sepenuhnya kerja jurnalistik saya," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPP PDI Ahmad Ali menerima keputusan pengunduran diri Ade Armando.

"Kemarin kami mendiskusikan dan mengajak Bang Ade untuk berdiskusi tentang kondisi kekinian, kemudian Bang Ade menyatakan mengundurkan diri sebagai kader dan DPP PSI menerima pengunduran diri Bang Ade Armando, sehingga sejak kemarin malam jam 7, Bang Ade bukan lagi kader PSI," tuturnya.

Ahmad Ali menambahkan, DPP PSI menerima keputusan itu karena menghargai kebebasan dan hak Ade untuk menyampaikan pendapat juga kritikan terhadap apa yang menurutnya menyimpang. 

Meski menerima pengunduran diri Ade Armando, Ahmad Ali mengatakan kehilangan tokoh penting yang telah banyak berkontribusi bagi PSI. 

"Ini tentu suatu kehilangan yang sangat besar. Kami kehilangan satu tokoh, pemikir, yang selama ini menjadi partner diskusi, bahkan menjadi pengawas moral di internal DPP PSI. Sesungguhnya yang dikritik Bang Ade ini bukan hanya tokoh-tokoh publik di luar, kami pun di PSI itu selalu dalam pemantauan beliau. Jadi ketika DPP PSI melakukan satu langkah yang menurut dia salah, dia juga gas (kritik)," pungkasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: